Mereka berbagi cerita tentang kehidupan warga masyarakat serta hobi-hobi mereka sehari-harinya. Pak Iri sendiri dikenal sebagai salah satu tokoh yang kreatif yang sering menggerakkan warga untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan.
Provinsi: Nusa Tenggara Barat
-
-
Presentasi Tema Kuratorial
akumassa Chronicle tampaknya akan mencoba fokus mengkaji potensi manusia (penduduk lokal di Pemenang) ketimbang potensi-potensi lainnya di luar diri manusia itu.
-
Presentasi CV Partisipan
Pagi itu, keceriaan menghiasi pasirputih. Para partisipan berkenalan satu sama lain, bercanda dan mencoba mengakrabkan diri dengan ditemani beberapa gelas kopi.
-
akumassa Chronicle Mengunjungi Desa Gili Indah
Haji Taufik memberikan banyak gambaran kepada kami tentang pelbagai persolan di Desa Gili Indah, juga tentang potensi-potensi yang ada di Gili Indah, termasuk kemungkinan-kemungkinan kerja-kerja kolaborasi bersama masyarakat di Desa Gili Indah.
-
Selamatan Kantor Baru pasirputih
pasirputih menyelenggarakan acara selamatan untuk kantor mereka yang baru. Kantor baru itu terletak di Dusun Karang Baru, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang.
-
akumassa Chronicle Silaturahmi ke Pemerintah Daerah
akumassa Chronicle bersilaturahmi ke Pemerintah Daerah Lombok.
-
Mencari Ruang, Mencari Rumah
Tanah dan ruang-ruang kita bukanlah tanah dan ruang bermuka “horor”, seperti yang dialami orang-orang macam Banksy di seberang lautan sana. Tanah di lingkungan masyarakat kita masih ada tradisi “pemakluman” asalkan “saling mengenal”.
-
‘Hari-Hari’ Para Penjual Jasa
Bangsal ini merupakan aset dan gate, pintu gerbang pariwisata Lombok Utara menuju Tiga Gili itu. Dalam satu hari, ratusan juta bisa didapat. Jika tidak dikelola dengan baik, maka kita akan menjadi penonton di Bangsal.
-
Kisah Tanah-Tanah Tak Bertuan
Janganlah heran jika suatu ketika datang seorang pengemis bertanya kepada Anda—seperti sebuah lelucon yang pernah saya baca dalam sebuah komik—dan berkata, "Maukah Anda menukarkan mobil mewah Anda dengan sandal jepit saya?"
-
Kuda-Kuda yang Berubah Menjadi Kambing-Kambing Berwarna Hitam
Maka, setelah pertumbuhan pesat industri motor, terminal dan pelabuhan Bangsal dipenuhi oleh kekisruhan perebutan lahan operasi mobil-mobil transportasi umum akibat pesatnya industri wisata, saya kembali pada pertanyaan semula: lalu kemana kuda-kuda itu pergi?