DARIVISUAL merupakan rubrik khusus yang menghimpun artikel-artikel berisi ulasan reflektif, spekulatif, dan analitis mengenai isu-isu tertentu dalam kaitannya dengan berbagai persoalan visual. Rubrik ini berangkat dari pemahaman bahwa praktik dan wacana visual tidak pernah berdiri sendiri, melainkan selalu berkelindan dengan dinamika sosial, kultural, politik, dan historis yang melingkupinya. Oleh karena itu, setiap artikel dalam DARIVISUAL berupaya menempatkan persoalan visual sebagai medan diskursus yang terbuka bagi pembacaan kritis dan pemaknaan yang berlapis.
Dalam pengembangannya, DARIVISUAL menggunakan sudut pandang serta pendekatan lintas disiplin, dengan penekanan utama pada ranah kesenian dan humaniora. Perspektif dari seni rupa, film, media, filsafat, antropologi, hingga kajian budaya dihadirkan untuk memperkaya cara pandang terhadap isu yang dibahas. Melalui pendekatan ini, DARIVISUAL tidak hanya berfungsi sebagai ruang ulasan, tetapi juga sebagai wahana dialog intelektual yang mendorong perluasan horizon pemikiran mengenai visualitas dalam konteks kontemporer.
-
|
Kilas-balik Akan yang Nirtampak dari Ingatan Fiksi dan Dokumenter
Tulisan ini adalah esai yang dimuat di dalam katalog ARKIPEL Grand Illusion – 3rd Jakarta International Documentary and Experimental Film Festival tahun 2015. Dimuat kembali di situs web AKUMASSA dalam…
-
Melihat Amrus Natalsya: Pertama dan Terima Kasih
Pameran ini menggarisbawahi dekade-dekade menjelang masa purna berkarya Amrus Natalsya. Melihat ulang jejak Amrus Natalsya sebagai salah satu pendiri dan anggota Sanggar Bumi Tarung, pameran ini membawa kembali semangat aktivisme…
-
|
Sadar Instagram
Instagram menjadi media pendisiplin diri. Dalam menyambut kehadiran Instagram, produktivitas Otty dan Ugeng dalam menghasilkan karya lukis atau gambar menjadi meningkat. Ide tentang ‘menggambar setiap hari’ pun kembali digalakkan. Kesadaran…
-
Pemberdayaan. Apakah Itu?
AKUMASSA secara spesifik meyakini seni sebagai strategi jitu untuk menggugah suatu keadaan sosial masyarakat agar lebih peka terhadap kebudayaan. Dalam konteks ini, AKUMASSA melihat bahwa seni adalah media, dan media…
-
|
Interaktivitas Media: Merayakan Absurditas di Antara Kesadaran dan Kebiasaan
Mengapa anak muda berhasrat membuat filem? Apakah sekadar untuk memenuhi hasrat dirinya sebagaimana mereka cukup puas memajang dirinya di media sosial? Barangkali juga karena melihat fenomena ke-seniman-an yang masih menggairahkan…
-
Seni di Batas Senen
Walaupun kemudian produksi-produksi tersebut tetap harus masuk ke dalam ekslusifitas untuk bisa dilihat sebagai ‘seni’ karena harus ada orang bernama ‘seniman’ yang membingkainya dengan kepekaan subjektivitasnya, tapi sadarkah mereka, bahwa…
-
Perempuan Pondok Kaleng
Proyek fotografi tentang perempuan di Pondok Kaleng yang diinisiasi oleh Auviar menggambarkan definisi yang lain tentang peran perempuan di dalam masyarakat Indonesia. Agaknya, ada sebuah gagasan mengenai ranah domestik yang…
-
Objektivitas Bingkaian yang Naluriah
Pameran Fotografi Karya Anak-anak Paseban adalah narasi atau kepingan peristiwa dan obyek-obyek yang tertangkap secara naluriah melalui tangkapan fotografis. Bermain-main dengan medium dan tidak terpaku dengan bingkaian yang konstruktif adalah…
-
Seni adalah Penelitian; Penelitian adalah Seni
Akumassa lebih mengutamakan suatu aksi yang mendorong warga untuk membaca diri mereka sendiri. Standar pengukuran atas obyek permasalahan warga tidak ditentukan oleh peneliti. Cara pandang dan paradigma berasal dari warga,…
-
Grand Theatre Senen
Ketika menonton filem, yang dicari adalah sebuah pengalaman visual, pengalaman visual yang diharapkan bisa membekas dan menggugah kita untuk mendalami lebih dalam lagi untuk menyelami maknanya. Terlepas dari keadaanya yang…
-
Kehilangan Identitas; Kebertahanan ala Jakarta
Tidak jarang saya mendengar orang secara sinis membuat pertanyaan sekaligus pernyataan kepada saya, atau bahkan sering sekali terjadi hal yang sama kepada Anda, ketika menemukan seorang yang merasa sangat tahu…
-
Sanggar Budaya Paseban
Aku memang sudah tidak sabar untuk segera berada di tengah-tengah warga Paseban. Hal ini disebabkan oleh cerita dari rekan-rekanku tentang segala hal yang menarik dari Paseban.
-
Dongeng Rangkas: Penubuhan Ruang Lewat Orang-Orang
Pada akhirnya, Dongeng Rangkas mengusulkan redefinisi atas konsep cita-cita. Bahwa si cita-cita bukanlah hal yang tersembunyi dibalik remangnya hari esok, cita-cita bisa saja ada di sini sekarang. Ia bisa saja eksis berdampingan…
-
Dongeng Rangkas, Sebuah Interupsi atas Persepsi Tentang Realitas Kemiskinan
Tulisan ini sudah pernah dimuat di Jurnal Footage dengan judul yang sama pada tanggal 29 Juli 2011. Dimuat kembali di situs web AKUMASSA dalam rangka rubrik “Darivisual”. Pada 28 Juli 2011,…





























