Kami duduk di ujung pelabuhan. Riak ombak yang menenangkan di bawah kami hanya terganggu oleh motor yang lewat sekali-sekali di dekat pelabuhan Bangsal. Hari sudah gelap, gunung dan laut terasa dekat. Terpesona, seperti aku, mereka bersandar ke depan, mendengarkan cerita Mintarja.