Tulisan ini adalah esai yang dimuat di dalam katalog ARKIPEL Grand Illusion – 3rd Jakarta International Documentary and Experimental Film Festival tahun 2015. Dimuat kembali di situs web AKUMASSA dalam rangka rubrik “Darivisual”. Sejarah, jelas milik Lady Macbeth, dengan tangan-tangan Macbeth sendiri yang berulang-ulang digosokkan. Sejarah lazim dipakai oleh bangsa-bangsa…
Darivisual
-
-
Catatan dari Bangsal Menggawe 2019: Museum Dongeng
Kami duduk di ujung pelabuhan. Riak ombak yang menenangkan di bawah kami hanya terganggu oleh motor yang lewat sekali-sekali di dekat pelabuhan Bangsal. Hari sudah gelap, gunung dan laut terasa dekat. Terpesona, seperti aku, mereka bersandar ke depan, mendengarkan cerita Mintarja.
-
Melihat Amrus Natalsya: Pertama dan Terima Kasih
Pameran ini menggarisbawahi dekade-dekade menjelang masa purna berkarya Amrus Natalsya. Melihat ulang jejak Amrus Natalsya sebagai salah satu pendiri dan anggota Sanggar Bumi Tarung, pameran ini membawa kembali semangat aktivisme Amrus Natalsya [...]
-
I Used to Say, I and Me, Now It’s Us, Now It’s We.
Tubuh-tubuh representasi diri menghilang. Dia menjelma menjadi mitos yang diwariskan dari pengalaman kultur tak langsung kolonialisme, modernisme, lalu diturunkan kembali sebagai kultur baru. Saya tidak ingat kapan tepatnya tubuh-tubuh representasi diri...
-
Sadar Instagram
Instagram menjadi media pendisiplin diri. Dalam menyambut kehadiran Instagram, produktivitas Otty dan Ugeng dalam menghasilkan karya lukis atau gambar menjadi meningkat. Ide tentang ‘menggambar setiap hari’ pun kembali digalakkan. Kesadaran medium semakin menguat, dan menjadi pembahasan ...
-
Tubuh Intertidal di Masa Surutan
Mengambil penataan waktu di sepanjang bulan Februari 2019, Bangsal Menggawe: Museum Dongeng diadakan dalam situasi pascabencana alam besar yang melanda Pulau Lombok tahun lalu. Kesadaran bahwa diri sebagai bagian dari sebuah sistem, masyarakat yang terdiri dari individu-individu merupakan entitas terlemah.
-
Pemberdayaan. Apakah Itu?
AKUMASSA secara spesifik meyakini seni sebagai strategi jitu untuk menggugah suatu keadaan sosial masyarakat agar lebih peka terhadap kebudayaan. Dalam konteks ini, AKUMASSA melihat bahwa seni adalah media, dan media menjadi seni. Berangkat dari konstruksi inilah pemberdayaan dalam kerangka kerja Proyek Seni AKUMASSA Chronicle itu dilakukan.
-
Pertemuan Ilda dengan Identitas Pemenang
Lalu, apa bedanya masyarakat awam dengan masyarakat yang menyandang gelar seniman? Tidak ada. Mereka sama-sama warga masyarakat yang mendiami lokasi sosial. Peran warga adalah mengangkat martabat kehidupan bersama. Dan peran senimanlah untuk menjadi panitianya.
-
Pertemuan Bujangan Urban Dengan Bujangan Pemenang
Bujangan Urban mulai menebarkan ratusan bunga mataharinya yang berwarna-warni di tembok-tembok Pemenang. Hadi yang bernegosiasi agar tembok-tembok itu dibiarkan oleh pemiliknya untuk digambari. Disuarakan tentang keinginan semua orang bahwa mempolong merenten adalah ...
-
Pertemuan Gelar Dengan Instalasi Kota
Saling Gitaq (saling lihat). Demikian mereka menamai program bank footage yang akhirnya kini terus berlangsung sebagai program reguler di TV kabel Wahid. Saling Gitaq yang dapat diartikan sebagai bacaan dari fenomena media sosial saat ini, adalah situasi di mana masyarakat memiliki...