JURNAL merupakan rubrik yang memuat artikel-artikel akumassa yang ditulis oleh anggota komunitas-komunitas peserta lokakarya akumassa, bersama para penulis kontributor. Rubrik ini mengangkat tema-tema yang bersifat umum dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, mencakup narasi-narasi kecil, lokasi-lokasi spesifik, serta peristiwa-peristiwa massa yang dialami, diamati, dan direfleksikan langsung oleh para penulisnya.
Nama-nama lokasi yang digunakan sebagai label pada setiap tulisan tidak selalu merujuk pada lokasi sebagai subjek cerita atau sebagai tempat terjadinya suatu peristiwa. Dalam sejumlah kasus, label lokasi tersebut justru menunjuk pada tempat di mana tulisan itu dibuat, sementara isi tulisan dapat membahas persoalan yang bersifat lebih umum dan tidak secara langsung berkaitan dengan lokasi yang dimaksud.
Tulisan-tulisan dalam rubrik JURNAL ini disusun dengan pendekatan dan bentuk jurnalisme warga, yang menempatkan pengalaman personal dan kolektif sebagai sumber utama pengetahuan. Dengan bertumpu pada sudut pandang orang pertama dan kedekatan penulis dengan konteks yang ditulis, rubrik ini menghadirkan bahasa dan cara bertutur yang berbeda dari praktik jurnalisme arus utama.
Rubrik JURNAL di akumassa.id membuka ruang bagi suara-suara warga untuk mengartikulasikan realitasnya sendiri, sekaligus memperkaya lanskap wacana publik melalui perspektif yang lebih beragam, kontekstual, dan berakar pada pengalaman hidup.
-
Sejumlah pasal yang saya singgung sama sekali tak mencerminkan upaya pencerdasan bangsa. Sebab apa? Kritisisme tidak mendapatkan tempat yang semestinya dalam arena pertarungan wacana kita. Itu mengapa poster saya bertuliskan…
Lanjutkan membaca
-
Secara politis, merekam dan mempublikasikan tangkapan peristiwa demonstrasi melalui Instagram Stories atau Instagram Live, atau platform media sosial lainnya, seperti di Twitter dan Facebook, menawarkan kekuatan yang besar jika itu…
Lanjutkan membaca
-
Orang tua saya cerita tentang sikap polisi yang represif kepada mahasiswa yang demonstrasi di daerah lain pada hari sebelumnya. Setelah membukakan pintu rumah pada malam itu, Apak langsung bertanya, “Kenapa…
Lanjutkan membaca
-
Tulisan ini berisi cerita dua demonstran dari kampus yang melarang mahasiswanya untuk turut berdemonstrasi menolak pengesahan RUU-RUU yang bermasalah.
Lanjutkan membaca
-
Konferensi pers itu diadakan di aula LBH. Di tengah aula, ada semacam level tempat kawan-kawan aktivis yang turun ke jalan dari berbagai unsur duduk lesehan untuk memberikan statement. Saat saya…
Lanjutkan membaca
-
Dalam terbitan ini, kami mencoba menghadirkan sejumlah catatan dari beberapa kawan yang turun langsung pada saat demonstrasi terjadi. Sudut pandang mereka bisa saja bersifat subjektif, tetapi subjektivitas mereka, dalam konteks…
Lanjutkan membaca
-
Redaksi AKUMASSA denga ini menyatakan dukungan terhadap wacana kritisisme terhadap RUU bermasalah dan RUU yang layak untuk segera disahkan, sebagaimana yang dituntut oleh mahasiswa dalam gelombang demonstrasi untuk mengempang dominasi…
Lanjutkan membaca
-
Jika biasanya di kecamatan-kecamatan kecil dengan skala yang setara dengan Ungaran setiap tanggal tertentu masih banyak festival warga, maka di kota kecil yang “urban segan desa tak mau” ini, yang…
Lanjutkan membaca
-
Mereka memperbincangkan soal banyaknya warga asal luar Jakarta yang tidak bisa ikut mencoblos di Pilpres dan Pileg tahun ini. Saya berceletuk, “Tetangga-tetangga di sekitar tempat kerja saya banyak yang pulang…
Lanjutkan membaca
-
Mengalami segelintir bagian dari Bangsal Menggawe bukan cuma memberi kesenangan bergaul dengan warga dalam konteks yang tidak transaksional, tapi juga menambahkan kosakata-kosakata baru saya mengenai Lombok. Inisiasi organik ini malahan…
Lanjutkan membaca
-
Di dalam area taman ini, juga ada warung-warung tempat dijajakannya makanan dan minuman. Tidak jarang meja dan kursi yang mereka sediakan menjadi tempat beristirahat warga yang berkunjung ke taman, atau…
Lanjutkan membaca
-
Saya pikir, mungkin tugas kitalah, yang muda-muda di masa sekarang, untuk berupaya membuat orang-orang tahu tentang cerita atau peristiwa yang memang pernah terjadi di masa lalu. Barangkali lewat kegiatan bermedia…
Lanjutkan membaca
-
Kedai gerobak yang buka di depan Taman Syech Kukut tidak hanya Da Boby, tetapi juga ada kedai gerobak yang lain dan lebih lengkap isi kedai nya, seperti kedai gerobak Pak…
Lanjutkan membaca
-
Dengan adanya jamu malam, ini bisa sangat membantu warga masyarakat yang membutuhkan minuman-minuam berkhasiat. Karena menurut saya, itu bisa menjadi alternatif bagi orang-orang yang mempunyai masalah dengan kesehatan. Selain itu,…
Lanjutkan membaca
-
Ibu Nita dan keluarga besarnya telah sah menjadi warga negara Indonesia dan menjadi bagian dari sebuah kampung kecil di Solok, Sumatra Barat, yang sekali lagi, di mata saya, cukup menarik…
Lanjutkan membaca
-
Semestinya, pendidikan tentang pengetahuan tradisi, adat-istiadat Minangkabau, dan esensi dari filosofi “Bundo Kanduang” harus diajarkan kepada yang muda-muda. Praktik dan pemahaman tentang Bundo Kanduang tentu saja sudah berubah di zaman…
Lanjutkan membaca
-
Komunitas Gubuak Kopi sudah tinggal dan berkegiatan di Kampung Jawa selama lebih-kurang satu tahun. Kebetulan hari itu kami ingin menyebarkan undangan kepada warga untuk menghadiri kegiatan “Nyanyi Basamo” (acara karaoke…
Lanjutkan membaca
-
Karatau madang di hulu, babuah babungo balun. Ka rantau bujang dahulu, di kampuang paguono balun. Demikian masyarakat Minangkabau mendalil pentingnya kegiatan merantau, baik itu untuk keuntungan diri sendiri maupun kaum.…
Lanjutkan membaca
-
Catatan tentang AKUMASSA Solok (Bagian 5) Sebagaimana yang selalu dilakukan oleh para partisipan di setiap lokakarya AKUMASSA, memproduksi tulisan menjadi kegiatan yang paling utama. Para partisipan lokakarya didorong untuk dapat…
Lanjutkan membaca
-
Catatan tentang AKUMASSA Solok (Bagian 4) Program AKUMASSA Solok dilaksanakan oleh Forum Lenteng dan Komunitas Gubuak Kopi dalam kemasan yang berbeda. Jika kegiatan lokakarya AKUMASSA biasanya berlangsung selama satu bulan…
Lanjutkan membaca
-
Catatan Tentang AKUMASSA Solok (Bagian 3) Lokakarya literasi media yang diselenggarakan oleh Forum Lenteng, bekerja sama dengan Komunitas Gubuak Kopi, dalam Program AKUMASSA, melibatkan secara khusus anggota Komunitas Gubuak Kopi,…
Lanjutkan membaca
-
Catatan tentang AKUMASSA Solok (Bagian 2) Perkenalan saya dengan Komunitas Gubuak Kopi bermula dari pengalaman pertama saya mengetahui Albert—nama lengkapnya Albert Rahman Putra, Ketua komunitas tesebut—lewat tulisan. Waktu itu, di…
Lanjutkan membaca
-
Terinspirasi dari narasi ringkas mengenai Kubuang Tigo Baleh, kami bertiga pun akhirnya sepakat bahwa kata kunci yang sepertinya layak untuk dikaji pada lokakarya literasi media AKUMASSA di Solok adalah “rantau”.
Lanjutkan membaca
-
Saat ini pemerintah sedang dikejar deadline untuk swasembada gula. Bagi saya, pernyataan Presiden begitu menggelitik pikiran. Yakin, 2018? Caranya? Pendekatan ke petani tebunya, bagaimana? Soal gula impor yang sekarang masih…
Lanjutkan membaca
-
Bangsal kini telah hidup dan bergerak. Pemangku-pemangku kebijakan telah dicubit untuk melek budaya. Warga menemukan kembali tempat permandiannya. Semoga saja dengan kepemilikan atas Bangsal Menggawe itu, Bangsal tidak akan sendirian…
Lanjutkan membaca
-
Menginjakkan kaki pertama kali di Gedung TES Tsunami, saya melihat banyak sekali pekerja. Gedung itu luas, besar dan berlantai empat. Tiang-tiang penyangganya pun besar-besar dan terlihat kokoh.
Lanjutkan membaca
-
Tanah dan ruang-ruang kita bukanlah tanah dan ruang bermuka “horor”, seperti yang dialami orang-orang macam Banksy di seberang lautan sana. Tanah di lingkungan masyarakat kita masih ada tradisi “pemakluman” asalkan…
Lanjutkan membaca
-
Bangalore memang sebuah kota yang unik dan tampaknya menjadi salah satu kebanggaan warga India. Selain karena potensi geografis yang dijelaskan Shai waktu itu, keberadaan banyak taman kota dan ruang hijau,…
Lanjutkan membaca
-
Anak muda itu, butuh sesuatu…membuat yang baru, yang bisa menjauhkannya dari ketidakpercayaan diri atas definisi-definisi seni yang mapan, dan mendekatkannya kepada warga yang selalu siap berpartisipasi, untuk mewujudkan seni yang…
Lanjutkan membaca
-
Apakah Kampung Wates, Desa Jatisura, bisa dikatakan berpotensi sebagai daerah penyuplai padi, karena dalam satu tahun wilayah ini bisa dua kali panen dan menghasilkan padi yang cukup banyak?
Lanjutkan membaca
-
Nasi liwet merupakan makanan khas Sunda. Ketika kita makan nasi liwet dengan seadanya, kita dengan bersamaan akan belajar untuk hidup sederhana.
Lanjutkan membaca
-
Bukan hanya mengikis kenangan tentang lahan bermain, tetapi juga mengikis keberadaan tanah tempat kami dahulu dapat memijakkan kaki dengan gembira.
Lanjutkan membaca
-
Seandainya kalau saya punya modal, rasanya saya tertarik juga untuk menjalankan usaha penggilingan padi tersebut. Tapi, modalnya harus ganda.
Lanjutkan membaca
-
Di Desa Jatisura, Kecamatan Jatiwangi, Majalengka, terdapat sebuah dusun bernama Dusun Wates. Dusun ini terletak di bagian Utara desa dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Ligung, diantarai oleh kali kecil dan…
Lanjutkan membaca
-
“Jika modernitas adalah pengalaman traumatik di masa lalu, maka tradisi ialah luka yang diakibatkannya,” ujar Park Chan-kyong dalam esainya berjudul On Sindoan: Some Scattered Views on Tradition and “The Sublime”.…
Lanjutkan membaca
-
Walau tak ada niat untuk menyudutkan beberapa pihak—terlepas dari praktek jurnalis bodrek, kelalaian-kelalaian para jurnalis di lapangan seringkali terjadi tanpa disadari. Dan ini berdampak pada isi informasi yang diproduksi kemudian.…
Lanjutkan membaca
-
Konsistensi kerja berjejaring antarkomunitas dampingan akumassa membuat ide ini terus berkembang dan mulai memberikan dampak yang signifikan—terutama kontribusinya bagi perkembangan jurnalisme warga di Indonesia—dilihat dari kemampuannya bersinergi secara cair dengan…
Lanjutkan membaca
-
Peredaran narkoba adalah kerja kolektif, yang tidak hanya ada pada masyarakat biasa saja, namun juga ada pada jaringan aparat pemerintahan yang mungkin bisa terlibat. Karena itu, sangat naif apabila meletakkan…
Lanjutkan membaca
-
I Sejak kecil ibu saya membiarkan kertas millimeter bloknya dan dinding rumah saya corat-coret , dan selalu mengapresiasi gambar yang saya buat. Itulah yang menumbuhkan hasrat menggambar saya hingga sekarang.…
Lanjutkan membaca
-
Apa yang dipikirkan oleh Dumas melalui karya-karyanya: reproduksi tubuh di dalam berbagai medium, pada dasarnya adalah sebuah peristiwa riil yang sangat puitis. Dumas sendiri berujar, “Photographic images are often about…
Lanjutkan membaca
-
Sejarah sebagai kritik bertujuan untuk mengenali kekuatan yang membentuk sebuah transformasi. Kesadaran akan hal inilah yang menjadi landasan bagi adanya transformasi yang lebih besar lagi di masa depan. Perjalanan menuju…
Lanjutkan membaca
-
Terdapat pemisahan akan nama yang dibawanya, antara Abi Rama dan Lykerex. Dalam pameran ini, sebagai seniman, ia menggunakan Abi Rama, dan Lykerex adalah sebutan bagi karya-karyanya, yang didominasi dengan karakter…
Lanjutkan membaca
-
Golput menjadi salah satu pertanyaan yang selalu saya ajukan dalam wawancara-wawancara mengenai isu penolakan UU Pilkada. Saya melihat bahwa ada juga kesalahan rakyat di sini, yang tidak menggunakan hak suaranya…
Lanjutkan membaca
-
i kerbau itu dibawa oleh Ibu Merry, yang tinggal di Jalan Nangka, tak jauh dari Mushola Annuriah. Mushola itu dipilih olehnya di antara sepuluh masjid dan mushola lain yang sudah…
Lanjutkan membaca
-
Sehabis libur lebaran, aku bercerita tentang obrolanku dengan Kepala Desa Jatisura yang biasa dipanggil Pak Kuwu Ginggi. Kuceritakan betapa terkesannya aku dengan cara dia memimpin masyarakat di dusunnya, dengan pemikiran…
Lanjutkan membaca
-
“Saya memiliki burung beo, atau mungkin lebih tepat jika dikatakan dia memiliki saya…” Janet Steele membacakan sepotong surel dari bukunya di depan para hadirin @America Selasa kemarin. Aku cukup kaget…
Lanjutkan membaca
-
Artikel ini telah dimuat di http://berajahaksara.wordpress.com/ (7 Agustus, 2014). Redaksi akumassa.id memuat kembali tulisan ini seizin penulis dengan ejaan yang disempurnakan. _______________________________________________________________________________ Tidak banyak yang masuk sekolah hari ini meskipun sebenarnya…
Lanjutkan membaca
-
Sidoarjo is a little town in the east of Surabaya. It’s also a satellite town of Surabaya. Like in a little town everywhere, there are often issues and rumors about…
Lanjutkan membaca
-
Salah seorang dukun beranak di Papua bercerita bahwa ia menggunakan kuku untuk memecah membran air ketuban supaya bayi bisa keluar. Seorang petugas puskesmas dengan sengaja membiarkan gagang pintu gudang rusak…
Lanjutkan membaca
-
Orang-orang mulai membubarkan diri dari Gelora Bung Karno. Di samping kiri menuju pintu keluar beberapa panitia membagikan roti dan air kepada pengunjung untuk berbuka puasa. Sambil ikut antrian, sayup-sayup aku…
Lanjutkan membaca
-
Di tengah-tengah kehebohan Pilpres 2014 dan Piala Dunia, ternyata ada satu narasi yang tak kalah menarik dan penting. Di belahan bumi nusantara bagian barat, tepatnya di Sumatera Barat (Sumbar), perhelatan…
Lanjutkan membaca
-
Dari sekian banyak obrolan tentang piala dunia yang aku temui, ada satu obrolan yang sangat seru. Saat itu, aku dan beberapa teman sedang mengikuti pemutaran video dan diskusi yang diselenggarakan…
Lanjutkan membaca
-
“Semen opo iso nggo bangun gunung?” (Semen apa bisa untuk membangun gunung?). “Semen opo Iso dinggo nandur pari?” (Apakah semen bisa untuk menanam padi?). “Lha opo kowe-kowe ameh do mbadok…
Lanjutkan membaca
-
Di tengah masalah berat seperti ini, kedekatan antara anggota keluarga makin terasa. Begitu juga dengan tingkat religiusitas. Hingga ke religiusitas yang bersifat mistis. Berulang-ulang kisah tentang wiritan dan tahajud yang…
Lanjutkan membaca
-
Satu per satu kertas suara dibuka dan dibaca oleh ketua PPS. Hadirin nampak tegang. Nampak wajah gelisah dari pihak keluarga calon. Para saksi sibuk menulis. Ada juga saksi yang cengangas-cengengesan,…
Lanjutkan membaca
-
Barangkali, Pemilu 2014, bagi kita, tak lagi menjadi sebuah perayaan, tapi lebih kepada kebiasaan lima tahunan yang mesti dijalankan. Menyikapinya seolah-olah dipaksa menjadi mudah: jika lupa ikuti perkembangan, golput saja;…
Lanjutkan membaca
-
Adakah orang yang mau mendokumentasikan wajah Bangsal saat ini, untuk dipelajari di masa yang akan datang? Jika tidak, maka kami, Komunitas pasirputih akan melakukannya.
Lanjutkan membaca
-
semua itu bukan soal bagaimana kita harus menyalahkan siapa karena siapa, tetapi hanya karena kekeliruan sistem saja yang membentuk mental masyarakat Papua menjadi sulit untuk percaya kepada hal-hal yang baru.
Lanjutkan membaca
-
Perawakan mereka sangat khas, menggambarkan karakter keras masyarakat pesisir, yang tidak mau dirinya disebut sebagai orang Sunda ataupun Jawa, sebagaimana kedua kultur itu saling bersilangan di kota perbatasan Jawa barat…
Lanjutkan membaca
-
Masyarakat di Randublatung memelihara ternak sapi di dalam rumah. Memperlakukan sapi layaknya bagian dari keluarga. Kandang sapi terletak di ruang tamu, kamar bahkan sejajar dengan ruang makan. Mungkin dengan menyandang…
Lanjutkan membaca
-
Bukit Tui cuma berjarak sekitar 30 meter dari perumahan di pinggir Tanah Hitam. Sangat rawan untuk jadi pemukiman. Selain gundul, tebing itu sangat curam, dengan kemiringan sekitar 80 derajat. Bukit…
Lanjutkan membaca
-
Satu hal yang menarik dalam roadshow dua hari itu adalah antusiasme penontonnya. Entah siapa yang memulai, saat penayangan, satu filem ke filem lain dipisahkan oleh sekat waktu selama lima detik.…
Lanjutkan membaca
-
Pada tahun 60-an, orang-orang berdatangan ke Kota Paris. Penduduk yang tinggal di sekitar Asrama Rakyat atau Kota Paris, akhirnya mulai didata kependudukannya pada kisaran tahun itu karena sebelum tahun 60-an…
Lanjutkan membaca
-
Kegiatan turnamen bulutangkis setiap malam itu justru memberikan efek positif. Warga dengan suka rela keluar rumah barang sejenak, tak menyentuh TV di waktu prime time (pukul delapan hingga sebelas malam),…
Lanjutkan membaca
-
Menurutku, kejiperan muncul dari pembawaan diri saat berada di lokasi. Aku sebagai pendatang di wilayah baru, berhadapan dengan warga setempat, memunculkan jarak yang perlu dicairkan. Karena proses riset akan berjalan…
Lanjutkan membaca
-
Malam hari, 20 Oktober 2013, pukul 21:30, Lapangan Perintis ramai dengan kerumunan warga. Sebagian kubu berteriak, “Pak Agus…ayo, Pak!”, sebagian yang lain, “Andi…Andi!”. Teriakan itu berbunyi bergiliran, sesekali diselingi dengan…
Lanjutkan membaca
-
Lebih kurang setengah bulan sudah, saya dan beberapa kawan melakukan riset mengenai Senen. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang diinisiasi oleh Program akumassa Forum Lenteng, yang dinamakan proyek akumassa Ad…
Lanjutkan membaca
-
Pendataan kelompok masyarakat yang berhak menerima zakat dilakukan melalui kerjasama para RT di lingkungan RW, tidak dibebankan kepada pengurus masjid saja. Paling tidak, pengalaman ini menunjukkan kepada saya kerjasama warga…
Lanjutkan membaca
-
Musim Arab yang awalnya adalah fenomena wisata, perlahan terlihat sebagai migrasi budaya seiring usaha masyarakat lokal membuat wisatawan tersebut merasa nyaman. Migrasi budaya inilah yang akhirnya membuat Cisampay juga dikenal…
Lanjutkan membaca
-
Obrolan dengan Romel dan Rozi menyadarkanku betapa posisi kaum pemuda sungguh rentan. Hingga saat ini, aku sendiri mengakui bahwa daerah tempat tinggalku di Pekanbaru ini tidak mengalami kemajuan yang berarti,…
Lanjutkan membaca
-
Negara atau sebuah bangsa membuat migrasi menjadi suatu isu politik; secara definitif, ia adalah tanah air suatu bangsa yang ditandai oleh kesamaan etnis atau budaya, sedangkan imigran memiliki etnis dan…
Lanjutkan membaca
-
Sore menjelang maghrib, 22 Juli 2013, tim akumassa bernas tiba di sebuah lokasi untuk melakukan pengumpulan data bagi keperluan produksi karya tulis pertama. Mobil yang membawa kami berhenti di depan…
Lanjutkan membaca
-
Pelatihan akumassa bernas, sebuah program lanjutan dari akumassa yang digagas oleh Forum Lenteng, guna meningkatkan kemampuan para penulis akumassa agar dapat menghasilkan karya tulis berdasarkan hasil liputan mendalam, diselenggarakan selama…
Lanjutkan membaca
-
Kegiatan pelatihan Porgram akumassa bernas, yang digagas oleh Forum Lenteng, merupakan kegiatan yang bertujuan mengasah kemampuan para penulis akumassa untuk menghasilkan karya tulis yang berangkat dari aksi liputan mendalam. Kegiatan…
Lanjutkan membaca
-
Gebrakan Forum Lenteng tidak berhenti sampai di situ. Setelah beraksi dalam wacana “literasi media” dan “kritisisme terhadap media”, Program akumassa melangkah lebih jauh untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas konten dan…
Lanjutkan membaca
-
Membingkai sejarah sendiri. Itu alasan mengapa akhirnya kami mengangkat tentang orang-orang sekitar kami, tentang sosok Tuan Guru, yang menghantarkan alur cerita kehidupan masyarakat Pemenang, baik secara sejarah, budaya, pariwisata dan…
Lanjutkan membaca
-
Secara sederhana, masyarakat Sasak memahami arti tuan guru sebagai orang yang sudah melaksanakan ibadah haji yang kemudian ditambah gelarnya di awal nama aslinya. Orang yang telah berhaji tersebut mempunyai kemampuan…
Lanjutkan membaca
-
gambar adalah sebuah kebenaran, tetapi filem dengan semua atributnya adalah salah satu bagian kebenaran yang terdiri dari 24 “kebenaran” per detik. Memang, gambar dapat berdiri sendiri, tetapi bagi saya, suara/bunyi…
Lanjutkan membaca
-
Saya sepakat bahwa semua yang akan terjadi dalam proses editing dipijakkan pada ide dan gagasan awal. Sebab, editing adalah sama saja dengan merangkai puzzle. Apakah kita meletakkan setiap bagiannya pada…
Lanjutkan membaca
-
Di sekitar Januari 2010, Forum Lenteng berkesempatan pertama kali bekerjasama dengan Komunitas Pasir Putih dalam Program akumassa. Program yang berdurasi sebulan ini adalah Program Pendidikan dan Pemberdayaan Komunitas Melalui Media(media…
Lanjutkan membaca
-
Betapa media menjadi ruang yang sangat efektif dalam menanamkan pengaruh kepada orang lain. Pergerakan media yang tidak sehat tentu akan berdampak pada masyarakat akan mengkonsumsi informasi yang tidak sehat juga.…
Lanjutkan membaca
-
Sejarah dilanjutkan oleh anak muda, yang mampu mendekonstruksi kepentingan melalui perspektif warga yang murni dari kepentingan komersial, korporasi, politik, golongan, agama dan kelompok. Karena bingkaian warga adalah bingkaian keragaman.
Lanjutkan membaca
-
Pada tanggal 29 Juni 2013, pukul 19:00 WITA, Forum Lenteng, melalui Program akumassa, bekerjasama dengan Komunitas Pasir Putih, akan menayangkan filem dokumenter, berjudul Elesan Deq a Tutuq (Jejak yang Tidak…
Lanjutkan membaca
-
Program e-ticketing, seperti yang telah saya telusuri pendapat para pengguna KRL dari kalangan mahasiswa, sejauh ini masih menjadi masalah, baik dari segi kesiapan sarana dan prasarananya sendiri maupun dari kesiapan…
Lanjutkan membaca
-
Di depan bangunan tua itu, puluhan sepeda motor berbaris rapi. Di sekitarnya lapak-lapak pedagang kaki lima “mencuri” trotoar untuk menggelar dagangan. Keramaian ini tak henti sejak pukul delapan pagi hingga…
Lanjutkan membaca
-
Setelah sekian lama, kampus ini hanya aku lewati dan lihat dari jalan raya besar di depannya. Karena rutinitasku sekarang, bukan lagi dari kos-kosan ke kampus, tetapi dari kos-kosan yang berada…
Lanjutkan membaca
-
Letih sih, tapi terbayar oleh kepuasan hari ini. Akhirnya, setelah satu tahun sejak Februari 2012, aku, Otty, Zikri, dan teman-teman sesama pengkaji kebijakan media massa lokal di delapan kota di…
Lanjutkan membaca
-
Sore, sepuluh April, mengiringi kepulanganku dari Jakarta ke kampung halaman di Klaten. Sebuah kepulangan yang sedikit tidak rasional bagiku. Jauh hari sebelumnya seringkali aku mendapat telepon dari rumah, “Le, tanggal…
Lanjutkan membaca
-
Studio foto menyatu dengan rumah (sekarang disebut Ruko, Rumah Toko) bernama Bantam. Bangunan studio foto yang sederhana itu berdekatan dengan pintu kereta api menuju pasar dan stasiun kereta. Pada tahun…
Lanjutkan membaca
-
Langit kian hitam, bukan karena hujan akan datang, tapi matahari segera tenggelam. Keluarga-keluarga kecil yang awalnya ramai memenuhi tanah lapang mulai hilang berganti muda-mudi yang bergerombolan. Sedangkan pedagang kaki lima…
Lanjutkan membaca
-
Bagi kami generasi kelahiran 1975-an, istilah ‘Belanda Depok’ sudah terdengar semenjak kecil. Istilah itu juga diperkuat ketika film Si Pitung (Pembalasan Si Pitung, Nawi Islamil, 1977) yang banyak di putar…
Lanjutkan membaca
-
Sepuluh tahun yang lalu aku menutup cerita kehidupan masa kecilku di kota Cornelis Chastelein ini. Setelah itu aku pun tidak bermukim lagi di kota Depok. Dan sekarang, sepuluh tahun kemudian,…
Lanjutkan membaca
-
Ngik… ngik… ngik… jegrek… mesin buldoser sedang bekerja. Iramanya saling bertabrakan dengan suara klakson dan lalu-lalang kendaraan bermotor. Terik matahari yang menyengat seperti memberi tanda musim kemarau enggan pergi meskipun…
Lanjutkan membaca
-
Seperti menyaksikan karya-karya seni nan adi, adalah pergulatan manusia itu sendiri. Kopenhagen sungguh sebuah pelajaran dan pengetahuan itu sendiri.
Lanjutkan membaca
-
Kala itu, di awal November 2012 aku berada di Copenhagen, Denmark. Ini kali pertama bagiku menginjakkan kaki di Eropa. Setiap hari aku selalu bangun siang, yaitu sekitar jam delapan pagi…
Lanjutkan membaca
-
Bulan ini film dokumenter feature Naga Yang Berjalan di Atas Air menyambangi empat kota di Jawa Timur. Rangkaian roadshow meliputi kota Surabaya, Kediri, Malang dan Jember. “Tim Naga” diwakili oleh…
Lanjutkan membaca
-
Kisah Hewan Kurban Ageung dan Zikri Zikri bercerita tentang rutinitas Idul Adha di kampungnya, Pekanbaru, Riau. Katanya, rutinitas Idul Adha berbeda dengan rutinitas Idul Fitri. Idul Adha tidak ada tradisi…
Lanjutkan membaca
-
Menelusuri rel, melewati jembatan dua, meneduh di pintu kereta api, sejuk sebentar dinaungi bayangan pohon beringin yang umurnya sudah ratusan tahun. Kulanjutkan perjalanan melewati rumah-rumah mungil di sepanjang rel kereta…
Lanjutkan membaca
-
Peristiwa itu aku lihat dalam perjalanan mencari seorang kawan, Syuhada, di Serang. Aku menyempatkan diri mampir ke Merak sambil menunggu kabar darinya. Butuh dua jam perjalanan dari Lebak ke Pelabuhan…
Lanjutkan membaca
-
Deru ombak bersahut-sahutan di bibir pantai Banten Selatan. Buihnya beradu cepat menyentuh kaki. Pohon tropis yang jarang tak malu-malu melambai, ajak orang-orang mendekati pantai. Lambai bukan sembarang lambai, pesannya sampai…
Lanjutkan membaca