Catatan tentang AKUMASSA Solok (Bagian 5)
Sebagaimana yang selalu dilakukan oleh para partisipan di setiap lokakarya AKUMASSA, memproduksi tulisan menjadi kegiatan yang paling utama. Para partisipan lokakarya didorong untuk dapat menuangkan pemikiran maupun cerita berdasarkan pengalamannya sebagai warga lokal, untuk melakukan refleksi terhadap lingkungan mereka. Biasanya, tulisan-tulisan tersebut dikumpulkan dan dikemas dalam bentuk katalog sederhan, dengan pengantar editorial yang berhubungan dengan isu-isu yang dibingkai selama lokakarya berlangsung.

Salah satu output dari kegiatan lokakarya literasi media AKUMASSA yang diselenggarakan oleh Komunitas Gubuak Kopi dan Forum Lenteng, adalah kumpulan tulisan para partisipan dengan tajuk umum, “Di Rantau Awak Se”. Tajuk ini merupakan hasil pembacaan para partisipan tentang “rantau” dalam konteks masyarakat di Kelurahan Kampung Jawa, Kota Solok.
Tulisan-tulisan tersebut dimuat kembali ke website AKUMASSA dalam rangka mendistribusikan pengetahuan dan informasi mengenai Kelurahan Kampung Jawa, secara khusus, dan Solok, secara umum.
Daftar Tulisan:
Editorial: Memaknai Ulang Rantau
Albert Rahman Putra
Mengenal Kampung Jawa Lewat Fotografi
Raenaldi Andrean, Delva Rahman, Tiara Sasmita, dan Maria Silalahi
Bundo Kanduang
Tiara Sasmita
Perantau yang Berdagang Rempah
Raenaldi Andrean
Mini Market Malam Solok
Volta Ahmad Jonneva
Jamu Malam
Delva Rahman
Tentang Terminal dan Bioskop yang Konon Pernah Ada di Solok
Muhammad Riski
Sedikit Tentang Taman Syech Kukut
Zekal Muharam
Biografi Penulis
Manshur Zikri
Manshur Zikri (lahir 1991 di Pekanbaru, Indonesia) adalah seorang seniman, kritikus, dan kurator yang saat ini berbasis di Yogyakarta dan Lombok Utara. Praktik lintas-disiplinnya mencakup riset artistik, strategi kuratorial, kerja editorial, serta produksi kultural eksperimental, dengan perhatian berkelanjutan pada wacana audiovisual dan sistem pengetahuan alternatif.
Ia merupakan lulusan Kriminologi Universitas Indonesia (2014) dan telah aktif terlibat dalam Forum Lenteng sejak 2009. Pada periode 2020–2022, Zikri menjabat sebagai kurator di Cemeti – Institut untuk Seni dan Masyarakat, berkontribusi pada praktik kepameran, program berbasis riset, serta pengembangan wacana institusional dalam ekologi seni kontemporer Indonesia.
Saat ini, Zikri memimpin Jurnal Footage, sebuah platform yang berfokus pada keterlibatan kritis terhadap budaya audiovisual. Ia juga terlibat dalam sejumlah inisiatif kolaboratif, antara lain Council of Ten, Situationist Under-Record, dan PROYEK EDISI, yang masing-masing menyelidiki keterjalinan sosial, historiografi performatif, serta ekologi media spekulatif melalui praktik kolektif.
Seiring dengan kerja kuratorial dan editorialnya, Zikri berafiliasi dengan 69 Performance Club dan dikenal melalui komentar kebudayaannya yang disebarluaskan lewat kanal TikTok @ngomendotcom, tempat ia bereksperimen dengan bentuk-bentuk kritik vernakular dalam ruang publik digital. Pada tahun 2025, ia bertindak sebagai kurator Bangsal Menggawe: Ando Kayuq Aiq, sebuah program budaya berbasis komunitas yang diinisiasi oleh Pasirputih di Pemenang, Lombok Utara—yang dirancang sebagai forum berkelanjutan bagi pengetahuan terletak, kosmopolitanisme rural, serta praktik seni lintas-generasi di wilayah pinggiran Indonesia.
