Setelah sekian lama, kampus ini hanya aku lewati dan lihat dari jalan raya besar di depannya. Karena rutinitasku sekarang, bukan lagi dari kos-kosan ke kampus, tetapi dari kos-kosan yang berada di Ciputat ke Lenteng Agung. Pagi itu, akhirnya aku masuk ke kampus lagi. Aku memang belum lulus dari kampus ini,…
-
-
Padi, Ketela, dan Jagung, Saling Berebut Suara
Sore, sepuluh April, mengiringi kepulanganku dari Jakarta ke kampung halaman di Klaten. Sebuah kepulangan yang sedikit tidak rasional bagiku. Jauh hari sebelumnya seringkali aku mendapat telepon dari rumah, “Le, tanggal sewelas April iso ora muleh? Ono pilihan lurah.” (Nak, tanggal sebelas April bisa pulang, tidak? Ada pemilihan kepala desa). Selang…
-
Menyaksikan Anak Sabiran
“Nah,....ya? Jangan main-main, Ini bukan main-main. Coba kumpulin, gimana ngumpulinnya nih? Apa gampang bangun beginian? Tuh coba...masa begini, bagaimana? Ah...! Kan sayang, ya? 30 tahun umur saya di sini. Ujungnya dibeginiin saja. Sayang, kan?! Ah...! Makanya... Nasib lah...”, kata almarhum Misbach Yusa Biran.
-
Pak Rohman Bukan Pak Rohman
Aku lapar. Perut kosong. Seakan terasa beralun kencang musik keroncong di dalamnya. Badan sudah terlalu lemas, tidak kuat lagi untuk berpikir serius. Mungkin benar guyonan Fajar, teman sekosanku dulu, bahwa logika tanpa logistik tak akan bisa jalan. Sarapan? Sebagai pembangkit energi untuk melakukan aktifitas pagi pasti sangat berguna. Namun nampaknya…
-
Oleh-oleh Dari Festival Jawa Kidul: Dari Desa Membangun Nusantara
Sabtu pagi, ketika orang-orang biasanya menikmati akhir pekan dengan bangun siang dan kemudian bermalas-malasan, sebagaimana aku juga biasa melakukannya. Namun, tidak untuk Sabtu pagi, 2 Juni 2012, kemarin. Aku harus bangun pagi, segera mandi dan tak lupa gosok gigi, berbenah menyiapkan segala perlengkapan, dan selanjutnya segera pergi. Belum selesai berbenah,…
-
Paguyuban Kampung Sablon
Pada sebuah dukuh bernama Krangkungan, di Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, terdapat sebuah organisasi rakyat sebagai wadah berkumpulnya para pemilik rumah industri dan pekerja konveksi di dukuh tersebut.
-
Maleman Sekaten
Mendengar kata Sekaten bagi masyarakat Solo dan sekitarnya, sudah tidak asing lagi. Begitu juga denganku yang pernah tinggal di Solo selama enam tahun. Setiap tahun, pasti aku mendengar kebar-kabar mengenai Sekaten, baik itu melalui surat kabar atau hanya dari omongan-omongan kecil yang melintas di masyarakat. Namun, kabar-kabar itu layaknya sebuah…
-
Pengajian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Apabila melihat kalender, tanggal 26 Februari tahun ini berwarna merah, dengan keterangan tertulis di bawahnya “Maulid Nabi Muhammad SAW”. Yaitu hari kelahiran sosok suri tauladan bagi Umat Islam, Nabi Muhammad SAW, sang adi manusia yang paling sempurna. Menurut penanggalan Tahun Hijriyah, maka hari itu tepat pada tanggal 12 Rabiul Awal,…
-
Menonton Kirab “Boyong Kedhaton”
Bengawan Solo Riwayatmu ini Sedari dulu jadi perhatian insani… Masih ingatkah dengan lagu keroncong terkenal Bengawan Solo? Itu adalah penggalan lirik lagu yang sangat terkenal hingga ke mancanegara. Sebuah karya dari Gesang, Sang Maestro keroncong kelahiran asli Solo. Ada yang berpendapat kalau bermain musik keroncong tetapi belum menyanyikan lagu Bengawan…
-
Cerita Sebuah Perjalanan Bersama Kereta Bengawan
Sore ini tampak cerah, walau tadi sempat datang mendung sejenak yang mendatangkan gerimis-gerimis kecil yang turun tidak begitu lama. Matahari di sebelah barat memancarkan sinarnya dari balik-balik awan putih yang menutupi sebagian tubuhnya. Angin sepoi-sepoi terkadang lewat dan masuk melalui jendela ke dalam kamar kostku disaat aku sedang berkemas diri…