Catatan Tentang AKUMASSA Solok (Bagian 3)
Lokakarya literasi media yang diselenggarakan oleh Forum Lenteng, bekerja sama dengan Komunitas Gubuak Kopi, dalam Program AKUMASSA, melibatkan secara khusus anggota Komunitas Gubuak Kopi, dan secara umum warga masyarakat setempat yang ada di Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok. Lokakarya ini difasilitasi oleh pegiat media dari Forum Lenteng.
Berikut adalah para partisipan utama yang aktif dalam lokakarya tersebut:
Albert Rahman Putra (Solok, 31 Oktober 1991). Lulusan Jurusan Seni Karawitan, Institut Seni Indonesia Padangpanjang. Dia adalah salah seorang pendiri Komunitas Gubuak Kopi dan kini menjabat sebagai Ketua Umum. Albert aktif sebagai penulis di www.akumassa.id. Ia pernah terlibat dalam Proyek Seni DIORAMA Forum Lenteng. Ia juga memiliki minal dalam kajian yang berkaitan dengan media, musik, dan sejarah lokal di Sumatera Barat.
Tiara Sasmita (Solok, 31 Desember 1991). Mahasiswi di Universitas Andalas, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Sastra Inggris. Saat ini, ia aktif di Komunitas Gubuak Kopi sebagai Bendahara Umum. Ia juga aktif di Komunitas Cermin, sebuah komunitas teater di Fakultas Ilmu Budaya di kampusnya.
Delva Rahman (Solok, 29 April 1993) adalah salah satu pegiat di Komunitas Gubuak Kopi, aktif sebagai Sekretaris Umum. Ia aktif menari di Ayeq Mapletone Company, sebuah kelompok tari yang berdomisili di Padang, Sumatera Barat.
Raenaldi Andrean (Jakarta, 06 Oktober 1994), Mendalami seni fotografi, aktif berkegiatan sebagai seniman dan pengurus di Komunitas Gubuak Kopi.
Volta Ahmad Jonneva (Kinari, 16 Mei 1995) adalah mahasiswa Jurusan Senirupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang. Saat ini aktif sebagai salah sah satu anggota Komunitas Gubuak Kopi. Sehari-harinya, ia juga aktif di Komunitas Seni Belanak, serta terlibat mengelola Layar Kampus, sebuah inisiatif ruang tonton alternatif di kampusnya.
Zekalver Muharam (Solok, 11 Juni 1994), adalah mahasiswa Jurusan Senirupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang. Saat ini aktif sebagai koordinator produksi di Komunitas Gubuak Kopi. Selain itu ia juga aktif membuat karya komik, mural, dan lukisan.
Muhammad Riski (Solok, 20 November 1995), adalah salah satu pegiat di Komunitas Gubuak Kopi, aktif sebagai pengarsip. Saat ini sedang menempuh studi di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang (UNP). Selain itu ia juga aktif memproduksi karya seni mural dan stensil.
Maria Christina Silalahi (Jakarta, 31 Mei 1993), adalah mahasiswi semester akhir di Jurusan Kriminologi, Universitas Indonesia. Saat ini, ia tengah mengikuti magang di Forum Lenteng.
Sementara itu, fasilitator lokakarya literasi media ini adalah sebagai berikut:
Manshur Zikri adalah seorang sebagai peneliti sosial, pegiat media alternatif, dan kritikus yang berbasis di Jakarta. Ia anggota Forum Lenteng dan bertanggung jawab sebagai pengurus Program AKUMASSA. Fokus kajiannya sejak tahun 2012 adalah bidang kesenian dan film.
Gelar Soemantri adalah seorang seniman media yang berbasis di Jakarta. Ia anggota Forum Lenteng. Sejak tahun 2010 aktif terlibat dalam berbagai kegiatan lokakarya bersama komunitas lokal di berbagai daerah di Indonesia, termasuk wilayah Papua.
Otty Widasari adalah seorang seniman, dan merupakan salah seorang pendiri Forum Lenteng. Di organisasi tersebut, ia bertanggung jawab sebagai Direktur Program Pemberdayaan dan Pendidikan Media Berbasis Komunitas.
Muhammad Fauzan Chaniago adalah anggota Forum Lenteng, dan salah satu pegiat street art di Jakarta. Bersama Forum Lenteng, ia mengelola Visual Jalanan, sebuah platform yang membaca dan mengarsipkan fenomena visual di jalanan.
Biografi Penulis
Manshur Zikri
Manshur Zikri (lahir 1991 di Pekanbaru, Indonesia) adalah seorang seniman, kritikus, dan kurator yang saat ini berbasis di Yogyakarta dan Lombok Utara. Praktik lintas-disiplinnya mencakup riset artistik, strategi kuratorial, kerja editorial, serta produksi kultural eksperimental, dengan perhatian berkelanjutan pada wacana audiovisual dan sistem pengetahuan alternatif.
Ia merupakan lulusan Kriminologi Universitas Indonesia (2014) dan telah aktif terlibat dalam Forum Lenteng sejak 2009. Pada periode 2020–2022, Zikri menjabat sebagai kurator di Cemeti – Institut untuk Seni dan Masyarakat, berkontribusi pada praktik kepameran, program berbasis riset, serta pengembangan wacana institusional dalam ekologi seni kontemporer Indonesia.
Saat ini, Zikri memimpin Jurnal Footage, sebuah platform yang berfokus pada keterlibatan kritis terhadap budaya audiovisual. Ia juga terlibat dalam sejumlah inisiatif kolaboratif, antara lain Council of Ten, Situationist Under-Record, dan PROYEK EDISI, yang masing-masing menyelidiki keterjalinan sosial, historiografi performatif, serta ekologi media spekulatif melalui praktik kolektif.
Seiring dengan kerja kuratorial dan editorialnya, Zikri berafiliasi dengan 69 Performance Club dan dikenal melalui komentar kebudayaannya yang disebarluaskan lewat kanal TikTok @ngomendotcom, tempat ia bereksperimen dengan bentuk-bentuk kritik vernakular dalam ruang publik digital. Pada tahun 2025, ia bertindak sebagai kurator Bangsal Menggawe: Ando Kayuq Aiq, sebuah program budaya berbasis komunitas yang diinisiasi oleh Pasirputih di Pemenang, Lombok Utara—yang dirancang sebagai forum berkelanjutan bagi pengetahuan terletak, kosmopolitanisme rural, serta praktik seni lintas-generasi di wilayah pinggiran Indonesia.












