Jika biasanya di kecamatan-kecamatan kecil dengan skala yang setara dengan Ungaran setiap tanggal tertentu masih banyak festival warga, maka di kota kecil yang “urban segan desa tak mau” ini, yang tahun 2005 mengalami pemekaran menjadi Ungaran Barat dan Ungaran Timur, sangat jarang hadir perayaan-perayaan intim yang diinisiasi warga
-
-
Depok, dan “De Volk” (Masyarakat) yang Terlupakan
Bagi kami generasi kelahiran 1975-an, istilah ‘Belanda Depok’ sudah terdengar semenjak kecil. Istilah itu juga diperkuat ketika film Si Pitung (Pembalasan Si Pitung, Nawi Islamil, 1977) yang banyak di putar di ‘layar tancap’ pada kala 1980-an. Saya sendiri memiliki pengalaman berteman dengan para ‘Belanda Depok’ ketika di masa Sekolah Dasar…
-
Membayar Sepuluh Tahun Ketidakhadiranku
Sepuluh tahun yang lalu aku menutup cerita kehidupan masa kecilku di kota Cornelis Chastelein ini. Setelah itu aku pun tidak bermukim lagi di kota Depok. Dan sekarang, sepuluh tahun kemudian, aku kembali ke Depok dengan sebuah kebetulan untuk menapak tilas dan lebih mengenal lagi Kotamadya (sekarang menjadi Kota Administratif) mungil…
-
Kopi Hanya Sebuah Nama Kampung di Lebak #2
Peristiwa itu aku lihat dalam perjalanan mencari seorang kawan, Syuhada, di Serang. Aku menyempatkan diri mampir ke Merak sambil menunggu kabar darinya. Butuh dua jam perjalanan dari Lebak ke Pelabuhan Merak menggunakan kereta api. Di atas kapal ferry menuju Lampung, dua anak laki-laki yang masih umur belasan tahun memegang erat…
-
Jembatan Ini Milik Siapa?
Sberkali-kali media massa memberitakan akan terjadinya badai matahari, tak terlewatkan dampaknya. Tidak hanya itu, pesan singkat melalui BBM (BlackBerry Messenger) dan SMS (Short Messege Service) bertubi-tubi hadir di dalam kotak masuk phonsel. Sempat dikabarkan situasi malam itu kemungkinan suhu bumi akan meningkat sehingga dianjuran untuk tidak keluar rumah dan harap…
-
Sejenak di Pal
Hari itu tidak seperti hari-hari yang lalu ketika hujan tiada mau berhenti. Matahari memperlihatkan kuasanya dari balik awan. Raga dibanjiri oleh keringat yang mengucur dari atas kepala hingga ujung kaki. Hampir semua penumpang yang memenuhi sebuah angkutan kota (angkot) bernomor 112 jurusan Kp. Rambutan – Depok, yang aku naiki, tak…
-
Saat Mengungkap Kota Depok
Pada tahun 2006, Gubernur DKI Jakarta pada waktu itu, Sutiyoso, menawarkan konsep Megapolitan dengan perubahan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1999 tentang Ibu Kota Negara, untuk mengatasi persoalan sosial kota terpadat di Indonesia ini. Konsep yang melibatkan sebuah sinergi pembangunan dengan cakupan wilayah yang terhubung langsung dengan Jakarta ini, hingga sepuluh…
-
Teh Nyai dan Terminal Kue
“Kue… Kue… Kamarana ieu perjaka-perjaka? Yeh gera kadieu ngaborong kue!” (Kue… kue…! Kemana nih pemuda-pemuda? Ayo ke sini ngeborong kue!). Begitulah bunyi kalimat yang selalu diucapkan Teh Nyai ketika ia lewat di depan Saidjah Forum. Teh Nyai adalah seorang penjual kue keliling apabila lewat di depan markas Saidjah Forum. Intonasi…
-
Menelusuri Sejarah Bioskop Pelita
Pertama kali aku dan Ageung memasuki area Pelita Billyard, terlihat banyak sekali meja billiard yang cukup terawat. Mungkin ini semua dikarenakan masih banyaknya orang yang mau bermain billiard di sini,karena harganya pun murah. Ada sekitar 16 meja billiard, kantin yang seadanya, dan toilet yang sangat kumuh sekali untuk ukuran toilet…
-
Terminal Pakupatan
Terminal Pakupatan dulunya adalah petakan sawah yang begitu luas dan disertai rawa. Tidak sulit bagiku membayangkan lokasi Terminal Pakupatan ketika masih menjadi sawah, karena kondisi jalan di Terminal Pakupatan kini rusak parah, dan membentuk kubangan-kubangan yang sangat mengganggu penglihatan serta kenyamanan.