Warga Depok mana yang tidak tahu Margo City atau Depok Town Square (DETOS)? Semuanya tahu dua mall besar yang berdiri saling berhadapan. Mall itu dihubungkan oleh jembatan penyeberangan yang selalu ramai oleh para pejalan kaki, mulai dari gelandangan, pengamen, pelajar, mahasiswa, ibu-ibu yang ingin berbelanja, hingga PNS (Pegawai Negeri Sipil)…
-
-
Fly Over 1 Milyar
Lenteng Agung dan Depok dihubungkan oleh sebuah fly over (jalan layang) yang biasa dikenal dengan nama Fly Over UI (Universitas Indonesia). Di sana menjadi tempat transit beberapa angkutan kota (angkot), di antaranya jurusan Pasar Minggu-Depok, Kampung Rambutan-Depok, Pasar Minggu-Mekarsari dan lain-lain. Aku dan temanku, Zikri, tidak tahu pasti kapan fly…
-
Ruang Ruang di Rangkasbitung
Sepi sekali saat gerbang terlewati. Mungkin karena dikhususkan untuk orang-orang dalam perawatan inap saja. Kata teman perempuan kelasku, Rangkasbitung sekarang dalam pembangunan, tetapi mataku hanya bisa melihat gedung-gedung pemerintahan saja yang banyak dibangun. Ketika ibu terbaring aku bertanya, “kapan rumah kita akan dibangun lagi?” Ibu hanya bilang, “Dibangun apanya? Rumah…
-
Catatan Saat Berjalan
Setiap hari aku pergi ke sekolah. Setiap hari aku pulang, pergi, makan bersama ibu dan lekas bermain. Di setiap langkah dalam perjalanan, aku melihat banyak benda dan tempat yang aku suka dan tidak. Kenapa harus seperti itu? Aku ingin menyukai semua tempat bermain, tapi tidak bisa. Yang sempat kukunjungi hanya…
-
Dari Van Twist Sampai Bu Mimi
Menurut seorang teman, “jendela kereta selalu berubah”. Kemudian menurut filsuf Herodotus, “Kita tidak akan menyeberangi aliran sungai yang sama”. Mungkin dua kiasan tersebutlah yang membawa imajiku dalam perjalanan menuju ke Rangkasbitung dengan kereta Rangkas Jaya di sore hari. Berangkat dari stasiun Tanah Abang pukul 17.00 WIB, secara kebetulan posisi dudukku…
-
Sebulan di Kota Udang
Meskipun kata bapak saya: “Kita masih keturunan keraton lho!” dan memperlihatkan silsilah keturunan raja-raja Cirebon dari buku catatan keluarga, namun saya tidak cukup berbangga atas perkara tersebut. Menurut cerita eyang putri; kakeknya bapak saya (mbah buyut) sudah meninggalkan keraton bahkan menolak untuk dikuburkan bersama para ahli waris keraton.
-
“Iye arek digusur!“ (Ini mau digusur!)
“Iye arek digusur“ (Ini mau gusur) Hah! “Ceunamah tahun dua rebu salapan – sapuluh,” (katanya sih tahun 2009 – 2010). “ imah-imah arek diratakeun,” (Rumah semua akan diratakan). “imahna si Dableng geh kan di sisi jalan,” (si Dableng juga rumahnya kan di pinggir jalan). “etamah loba kanyahoan teuing,” (itu terlalu…
-
Kopi Hanya Sebuah Nama Kampung di Lebak
Pengalaman Personal Memiliki ayah yang sering bepergian ke luar daerah telah menjadi hal biasa bagiku dan aku berusaha untuk tidak mempedulikan hal itu. Pergi dengan waktu yang cukup lama, bulanan bahkan tahunan sudah menjadi kebiasaan dalam keluarga. Kebiasaan untuk pergi, bukan karena alasan sepele tetapi bagi mereka itu hal satu-satunya…
-
Lewat Jembatan Dua
Rangkasbitung, 20 Desember 2008 Kereta pertama pukul 07.00 pagi jurusan Serang – Rangkasbitung melintas melewati Jembatan Dua dalam perjalanannya, setelah itu dua orang lelaki berangkat kerja pergi melintasinya. Tinggi jembatan itu ke bawah Sungai Ciujung kira-kira 27 meter di atas permukaan air. Di bawahnya banyak terdapat sampah kayu dan bambu…
-
Melihat Lebak Sekarang
14 Desember 2008 Melanjutkan riset dan catatan lapangan di hari sebelumnya, dimulai pukul satu siang, kesepakatan telah dimulai. Untuk membuat jadwal pertemuan kami, misal dalam waktu kumpul untuk berdiskusi tentang riset yang telah didapat. Di hari ini riset antara saya sebagai pendatang dengan partisipan sebagai warga setempat mulai dibincangkan, bagaimana…