Ide Ismal tentang “museum wasiat” itu terinspirasi dari filosofi di Lombok, yakni sasaq yang dapat diartikan “satu” dan “teguh”, sedangkan Lombok yang dapat diartikan “lurus”. Berdasarkan observasinya, Pemenang memiliki garis lurus imajiner yang menghubungkan satu titik di bukit Tebango Bolot dengan Pelabuhan Bangsal.
-
-
Montase Air
Tanggal 5 Februari, 2016, Gelar Soemantri, seniman video dari Jakarta yang menjadi salah seorang partisipan akumassa Chronicle, mulai merekam beberapa peristiwa untuk karya videonya. Selain itu, dia juga mengunjungi H. Amir untuk mencari kemungkinan untuk berkolaborasi dalam karyanya. Gelar sendiri memiliki beberapa rencana dan kategori karya yang berhubungan dengan audiovisual.…
-
Kang Jabo Bertemu Pak Jaka
Dalam kunjungan tersebut, Kang Jabo dan Pak Jaka pun bersepakat akan melakukan semacam presentasi kecil. Mereka berdua, dengan beberapa anggota lain sehingga jumlah mereka akan menjadi berlima, akan melakukan performans rudat (dengan beberapa inovasi gerakan) di daerah Bangsal minggu depan.
-
Kunjungan Ketua Remaja Dusun Bentek ke pasirputih
Malam hari tanggal 5 Februari, 2016, pasirputih dikunjungi oleh Nihadeni, Ketua Remaja Dusun Bentek, Desa Pemenang Barat. Kunjungan itu dalam rangka memenuhi undangan pasirputih untuk berdiskusi terkait rencana melibatkan warga masyarakat se-Pemenang dalam kegiatan akumassa Chronicle.
-
Nash Jauna ke SD se-Pemenang
Hari ini, 5 Februari 2016, Khairunnas Mahadi berkunjung ke 2 sekolah, yang pertama ke SDN 2 Pemenang, yang berlokasi di Desa Pemenang Barat dan SDN 1 Pemenang yang berlokasi di Desa Pemenang Timur.
-
Muhaimi dan Sematian
Karya yang dibuat Pak Emi adalah sebuah pertunjukan Perisean, atau yang lebih dikenal masyarakat Pemenang dengan istilah Sematian. Rencananya, Pak Emi akan melibatkan anak-anak. Hal ini ia lakukan agar Sematian tidak menjadi sesuatu yang menakutkan bagi masyarakat.
-
Ilda Berkunjung ke PAUD se-Pemenang
Lagu dan permainan anak yang menjadi materi karya Ilda, antara lain Icung-icung Pangi (nyanyian saat bermain tebak-tebakan), Toq Pitoq (nyanyian saat bermain petak umpet), dan nyanyian mencari capung (tidak ada judul).
-
“Cubit-cubit Bangsal”: Karya Pantomim Nash Jauna
Dalam setiap gerakannya, Nash tampak mengkritisi kondisi Bangsal yang penuh dengan sampah. Ia mengajak semua yang ada di Bangsal untuk peduli dengan kondisi tersebut, termasuk para penumpang, buruh, penjual makanan, kusir cidomo dan orang-orang lainnya yang ada di Bangsal.
-
Dikunjungi Pak Muzakir
Obrolan antara Muhammd Gozali (Direktur pasirputih) dan Muhammad Sibawaihi (Direktur Program di pasirputih) dengan Pak Zakir sekali lagi menegaskan bahwa pihak kecamatan mendukung penuh kegiatan akumassa Chronicle.
-
Khairunnas Latihan Pantomim
Beberapa sesi latihan yang dilakukan Nash Jauna adalah jogging, senam peregangan otot, dan juga melatih konsentrasi dengan meletakkan kepala di bawah dan kakinya di atas. Selain itu, nash juga latihan berinteraksi dengan beberapa warga yang kebetulan sedang mandi di Bangsal.