






















Sabtu, 30 Januari 2016, pasirputih kembali menyelenggarkan program mingguannya, yaitu Bioskop pasirptuih. Bioskop pasirputih memang diniatkan menjadi ruang menonton alternative bagi masyarakat. Dalam Bisokop pasirputih, pasirputih memutar film-film yang penting dalam sejarah perkembangan film dunia, serta film-film Indonesia yang juga penting untuk membaca perkembangan film Indonesia.
Malam itu, sekita pukul 20.00, kawan-kawan pasirputih menyiapkan pemutaran di halaman kantor pasirputih. Pemutaran sengaja dilakukan di halaman, agar warga di sekitar pasirputih bisa ikut menonton. Saat layar sudah di pasang, beberapa anak sudah mendekat ke halaman pasirputih, diikuti oleh kelompok ibu-ibu dan bapak-bapak. Malam itu, pasirputih memutar film Elesan Deq A Tutuq (The Unfinished Stream), karya kolaborasi Forum Lenteng dan pasirputih. Gozali, membuka pemutaran dengan menyampaikan permakluman kepada warga tentang program Bioskop pasirputih, dan memberikan sedikit pengantar tentang film yang diputar malam itu. Para seniman yang sedang residensi di pasirputih dalam Proyek akumassa Chronicle, ikut berbaur, menonton bersama warga masyarakat Dusun Karang Baru.
Pencatat peristiwa: Manshur Zikri
Biografi Penulis
akumassa
Program Pendidikan dan Pemberdayaan Media Berbasis Komunitas, atau biasa disebut AKUMASSA, adalah sebuah program pemberdayaan media yang digagas oleh Forum Lenteng sejak tahun 2008, berkolaborasi dengan komunitas-komunitas lokal di beberapa daerah di Indonesia untuk melaksanakan lokakarya dan memproduksi beragam bentuk media komunikasi (tulisan, gambar/foto, audio, dan video).