Di sekitar Januari 2010, Forum Lenteng berkesempatan pertama kali bekerjasama dengan Komunitas Pasir Putih dalam Program akumassa. Program yang berdurasi sebulan ini adalah Program Pendidikan dan Pemberdayaan Komunitas Melalui Media(media literacy). Gelar Agryano dan Riezky Andhika Pradana menjadi fasilitator Forum Lenteng untuk kawan-kawan Pasir Putih saat itu.
Nasional
-
-
Kilas Balik Komunitas Pasir Putih
Betapa media menjadi ruang yang sangat efektif dalam menanamkan pengaruh kepada orang lain. Pergerakan media yang tidak sehat tentu akan berdampak pada masyarakat akan mengkonsumsi informasi yang tidak sehat juga. Dikotomi media juga mengarah pada ketidakseimbangan informasi dan komunikasi ditengah-tengah masyarakat. Kehadiran Akumassa sebagai media alternatif kemudian sangat dibutuhkan. Itulah…
-
Sejarah Dimulai Dari Hari Ini
Sejarah dilanjutkan oleh anak muda, yang mampu mendekonstruksi kepentingan melalui perspektif warga yang murni dari kepentingan komersial, korporasi, politik, golongan, agama dan kelompok. Karena bingkaian warga adalah bingkaian keragaman.
-
Elesan Deq a Tutuq (Jejak yang Tidak Berhenti)
Pada tanggal 29 Juni 2013, pukul 19:00 WITA, Forum Lenteng, melalui Program akumassa, bekerjasama dengan Komunitas Pasir Putih, akan menayangkan filem dokumenter, berjudul Elesan Deq a Tutuq (Jejak yang Tidak Berhenti). Dalam beberapa hari ke depan, akumassa.id akan memuat tulisan-tulisan yang fokus pada narasi-narasi di Pemenang, Lombok Utara, dan secara…
-
Dilarang Memotret e-ticketing
Program e-ticketing, seperti yang telah saya telusuri pendapat para pengguna KRL dari kalangan mahasiswa, sejauh ini masih menjadi masalah, baik dari segi kesiapan sarana dan prasarananya sendiri maupun dari kesiapan masyarakat terhadap teknologi komputerisasi tersebut. Menurut saya, masalah ini harus disebarluaskan untuk mengundang tanggapan publik terhadap kebijakan yang dikeluarkan PT…
-
Kantor Pos Besar Medan, Saksi Kejayaan Sebuah Negeri
Di depan bangunan tua itu, puluhan sepeda motor berbaris rapi. Di sekitarnya lapak-lapak pedagang kaki lima “mencuri” trotoar untuk menggelar dagangan. Keramaian ini tak henti sejak pukul delapan pagi hingga enam sore. Hiruk pikuk kian memuncak kala melewati pintu utama bangunan. Orang lalu lalang di sekitar ruangan dengan urusannya masing-masing.…
-
Pentas Seni 1001 Malam di Negeri Zamrud Khatulistiwa
Setelah sekian lama, kampus ini hanya aku lewati dan lihat dari jalan raya besar di depannya. Karena rutinitasku sekarang, bukan lagi dari kos-kosan ke kampus, tetapi dari kos-kosan yang berada di Ciputat ke Lenteng Agung. Pagi itu, akhirnya aku masuk ke kampus lagi. Aku memang belum lulus dari kampus ini,…
-
Peluncuran Buku Hasil Penelitian Rekam Media
Letih sih, tapi terbayar oleh kepuasan hari ini. Akhirnya, setelah satu tahun sejak Februari 2012, aku, Otty, Zikri, dan teman-teman sesama pengkaji kebijakan media massa lokal di delapan kota di Indonesia merepresentasikan buku hasil penelitian kami di hadapan umum. Melalui perspektif warga yang diwakili oleh komunitas-komunitas daerah, yaitu di Aceh…
-
Padi, Ketela, dan Jagung, Saling Berebut Suara
Sore, sepuluh April, mengiringi kepulanganku dari Jakarta ke kampung halaman di Klaten. Sebuah kepulangan yang sedikit tidak rasional bagiku. Jauh hari sebelumnya seringkali aku mendapat telepon dari rumah, “Le, tanggal sewelas April iso ora muleh? Ono pilihan lurah.” (Nak, tanggal sebelas April bisa pulang, tidak? Ada pemilihan kepala desa). Selang…
-
Arsip Citra Bergerak Lahir, tapi…
Studio foto menyatu dengan rumah (sekarang disebut Ruko, Rumah Toko) bernama Bantam. Bangunan studio foto yang sederhana itu berdekatan dengan pintu kereta api menuju pasar dan stasiun kereta. Pada tahun 1989, di depannya terdapat bangun pabrik minyak kelapa milik orang Belanda. Saya pertama kali mengenal tempat itu pada usia 7…