Membingkai sejarah sendiri. Itu alasan mengapa akhirnya kami mengangkat tentang orang-orang sekitar kami, tentang sosok Tuan Guru, yang menghantarkan alur cerita kehidupan masyarakat Pemenang, baik secara sejarah, budaya, pariwisata dan agama. Bagaimana seorang pemuda yang mempunyai jejak keturunan Tuan Guru bergelut dengan kreatifitas dirinya sebagai sosok seniman.
03 – Lokasi
-
-
Tuan Guru dalam Masyarakat Sasak
Secara sederhana, masyarakat Sasak memahami arti tuan guru sebagai orang yang sudah melaksanakan ibadah haji yang kemudian ditambah gelarnya di awal nama aslinya. Orang yang telah berhaji tersebut mempunyai kemampuan dan keahlian dalam bidang agama sesuai dengan kadar pengakuan masyarakat, serta memiliki akhlaq yang dipandang mulia oleh agama dan masyarakat,…
-
Membingkai Rasuk Semesta Lantun Tanpa Akhir
gambar adalah sebuah kebenaran, tetapi filem dengan semua atributnya adalah salah satu bagian kebenaran yang terdiri dari 24 “kebenaran” per detik. Memang, gambar dapat berdiri sendiri, tetapi bagi saya, suara/bunyi dapat membuat gambar lebih mempunyai ruh dan imajinasi.
-
Sekelumit Gagasan Editing
Saya sepakat bahwa semua yang akan terjadi dalam proses editing dipijakkan pada ide dan gagasan awal. Sebab, editing adalah sama saja dengan merangkai puzzle. Apakah kita meletakkan setiap bagiannya pada tempat yang benar. Ide awal film ini adalah, bagaimana melihat ‘Tuan Guru’ dari sisi manusiawi-nya.
-
Cerita Proses Produksi Filem Elesan Deq a Tutuq (Jejak yang Tidak Berhenti)
Di sekitar Januari 2010, Forum Lenteng berkesempatan pertama kali bekerjasama dengan Komunitas Pasir Putih dalam Program akumassa. Program yang berdurasi sebulan ini adalah Program Pendidikan dan Pemberdayaan Komunitas Melalui Media(media literacy). Gelar Agryano dan Riezky Andhika Pradana menjadi fasilitator Forum Lenteng untuk kawan-kawan Pasir Putih saat itu.
-
Kilas Balik Komunitas Pasir Putih
Betapa media menjadi ruang yang sangat efektif dalam menanamkan pengaruh kepada orang lain. Pergerakan media yang tidak sehat tentu akan berdampak pada masyarakat akan mengkonsumsi informasi yang tidak sehat juga. Dikotomi media juga mengarah pada ketidakseimbangan informasi dan komunikasi ditengah-tengah masyarakat. Kehadiran Akumassa sebagai media alternatif kemudian sangat dibutuhkan. Itulah…
-
Sejarah Dimulai Dari Hari Ini
Sejarah dilanjutkan oleh anak muda, yang mampu mendekonstruksi kepentingan melalui perspektif warga yang murni dari kepentingan komersial, korporasi, politik, golongan, agama dan kelompok. Karena bingkaian warga adalah bingkaian keragaman.
-
Elesan Deq a Tutuq (Jejak yang Tidak Berhenti)
Pada tanggal 29 Juni 2013, pukul 19:00 WITA, Forum Lenteng, melalui Program akumassa, bekerjasama dengan Komunitas Pasir Putih, akan menayangkan filem dokumenter, berjudul Elesan Deq a Tutuq (Jejak yang Tidak Berhenti). Dalam beberapa hari ke depan, akumassa.id akan memuat tulisan-tulisan yang fokus pada narasi-narasi di Pemenang, Lombok Utara, dan secara…
-
Dilarang Memotret e-ticketing
Program e-ticketing, seperti yang telah saya telusuri pendapat para pengguna KRL dari kalangan mahasiswa, sejauh ini masih menjadi masalah, baik dari segi kesiapan sarana dan prasarananya sendiri maupun dari kesiapan masyarakat terhadap teknologi komputerisasi tersebut. Menurut saya, masalah ini harus disebarluaskan untuk mengundang tanggapan publik terhadap kebijakan yang dikeluarkan PT…
-
Kantor Pos Besar Medan, Saksi Kejayaan Sebuah Negeri
Di depan bangunan tua itu, puluhan sepeda motor berbaris rapi. Di sekitarnya lapak-lapak pedagang kaki lima “mencuri” trotoar untuk menggelar dagangan. Keramaian ini tak henti sejak pukul delapan pagi hingga enam sore. Hiruk pikuk kian memuncak kala melewati pintu utama bangunan. Orang lalu lalang di sekitar ruangan dengan urusannya masing-masing.…