






Seolah tengah merespon konsep pesta rakyat yang ditawarkan oleh pasirputih sebagai bentuk acara puncak akumassa Chronicle, maka pada Jum’at, 29 Januari, 2016, beberapa seniman partisipan akumassa Chronicle melanjutkan observasi mereka ke titik-titik lokasi yang memiliki potensi visual terkait Bangsal. Sala satunya Ismal Muntaha, yang berencana akan membuat ‘museum wasiat’ di Dusun Tebango Bolot, memilih lokasi yang memiliki pemandangan berupa pantai Bangsal. Dari atas bukit itu, Ismal menentukan titik lokasi yang tegak lurus dengan posisi Bangsal sebagai tempat di mana dia membangun museum wasiatnya nanti. Sementara itu, Gelar Soemantri bersama-sama dengan Khairunnas Mahadi, Syarief Rausanzani (AKA The Broy), Hujjatul Islam dan Syamsul Fajri, melakukan observasi ke Pelabuhan Bangsal, dan berbincang-bincang dengan beberapa nelayan. Mereka juga mengambil beberapa foto tentang aktivitas beberapa warga di Bangsal, salah satunya adalah aktivitas mencari keke (atau biasa disebut meta keke oleh warga setempat).
Pencatat peristiwa: Manshur Zikri
Biografi Penulis
akumassa
Program Pendidikan dan Pemberdayaan Media Berbasis Komunitas, atau biasa disebut AKUMASSA, adalah sebuah program pemberdayaan media yang digagas oleh Forum Lenteng sejak tahun 2008, berkolaborasi dengan komunitas-komunitas lokal di beberapa daerah di Indonesia untuk melaksanakan lokakarya dan memproduksi beragam bentuk media komunikasi (tulisan, gambar/foto, audio, dan video).
