















Sekitar pukul 10 WITA, Ismal Muntaha (salah seorang partisipan akumassa) dan Imran (anggota pasirputih) berangkat ke Pelabuhan Bangsal. Pagi ini, 11 Februari 2016, mereka berencana menyebrang ke Gili Air, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. Ismal dan Imran berencana menemui Kepala Desa Gili Indah, H. M. Tauifk, untuk menyampaikan surat undangan dari pasirputih, dalam rangka penyusunan Wasiat Pemenang, yang merupakan karya Ismal Muntaha dalam Proyek akumassa Chronicle ini. Namun sayang sekali, ketika sampai di Gili Air, mereka tidak bertemu dengan H. M. Taufik, karena beliau sedang ada urusan di Mataram. Sehingga surat yang sudah dibawa ditiipkan kepada istri beliau.
Akhirnya Imran, memutuskan untuk berkunjung ke salah satu tokoh yang ada di Gili Air, yang merupakan pamannya sendiri, beliau adalah H. M. Nur. Kesempatan ini digunakan Ismal untuk mengetahui lebih jauh sejarah dan cerita tentang Gili. Banyak sekali cerita menarik yang Ismal dapatkan, terutama sejarah-sejarah awal kedatangan orang-orang ke Gili, termasuk perkembangannya hingga saat ini.
Pencatat peristiwa: Manshur Zikri
Biografi Penulis
akumassa
Program Pendidikan dan Pemberdayaan Media Berbasis Komunitas, atau biasa disebut AKUMASSA, adalah sebuah program pemberdayaan media yang digagas oleh Forum Lenteng sejak tahun 2008, berkolaborasi dengan komunitas-komunitas lokal di beberapa daerah di Indonesia untuk melaksanakan lokakarya dan memproduksi beragam bentuk media komunikasi (tulisan, gambar/foto, audio, dan video).
