



Pada tanggal 25 Januari, 2016, giliran pasirputih sebagai tuan rumah akumassa Chronicle Lombok Utara memberikan presentasi tentang situasi dan kondisi di Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Sebagai organisasi yang telah bekerja meneliti berbagai isu di Kecamatan Pemenang sejak tahun 2010, pasirputih memiliki banyak informasi mengenai persoalan-persoalan yang terdapat di pelbagai dusun, termasuk juga tokoh-tokoh kunci lokal yang layak dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan akumassa Chronicle.
Presentasi dari pasirputih itu diawali dengan penggambaran peta Kecamatan Pemenang, terutama sepuluh dusun yang berada di kawasan ‘Pemenang Kota’—istilah yang digunakan untuk menyebut area pusat dan tersibuk di Kecamatan Pemenang. Muhammad Gozali, Direktur pasirputih, ditemani oleh Muhammad Sibawaihi, Direktur Program pasirputih, memaparkan berbagai persoalan yang ada. Mulai dari friksi-friksi yang terjadi di Pelabuhan Bangsal, daerah-daerah yang memiliki seni tradisional lokal, komunitas-komunitas lokal yang memiliki fokus kajian tentang pemenang, masalah lingkungan, persepakbolaan di Pemenang, kelompok anak grafiti di Pemenang, hingga orang-orang yang memiliki jiwa kreatif (seperti keberadaan Pak Wahid, pengusaha TV kabel, atau Pak Adjam, pencipta lagu-lagu tentang Pemenang). Presentasi dari pasirputih ini sangat membantu para partisipan untuk menentukan bingkaian karya yang akan mereka buat nantinya.
Pencatat peristiwa: Manshur Zikri
Biografi Penulis
akumassa
Program Pendidikan dan Pemberdayaan Media Berbasis Komunitas, atau biasa disebut AKUMASSA, adalah sebuah program pemberdayaan media yang digagas oleh Forum Lenteng sejak tahun 2008, berkolaborasi dengan komunitas-komunitas lokal di beberapa daerah di Indonesia untuk melaksanakan lokakarya dan memproduksi beragam bentuk media komunikasi (tulisan, gambar/foto, audio, dan video).
