Manshur Zikri (lahir 1991 di Pekanbaru, Indonesia) adalah seorang seniman, kritikus, dan kurator yang saat ini berbasis di Yogyakarta dan Lombok Utara. Praktik lintas-disiplinnya mencakup riset artistik, strategi kuratorial, kerja editorial, serta produksi kultural eksperimental, dengan perhatian berkelanjutan pada wacana audiovisual dan sistem pengetahuan alternatif.
Ia merupakan lulusan Kriminologi Universitas Indonesia (2014) dan telah aktif terlibat dalam Forum Lenteng sejak 2009. Pada periode 2020–2022, Zikri menjabat sebagai kurator di Cemeti – Institut untuk Seni dan Masyarakat, berkontribusi pada praktik kepameran, program berbasis riset, serta pengembangan wacana institusional dalam ekologi seni kontemporer Indonesia.
Saat ini, Zikri memimpin Jurnal Footage, sebuah platform yang berfokus pada keterlibatan kritis terhadap budaya audiovisual. Ia juga terlibat dalam sejumlah inisiatif kolaboratif, antara lain Council of Ten, Situationist Under-Record, dan PROYEK EDISI, yang masing-masing menyelidiki keterjalinan sosial, historiografi performatif, serta ekologi media spekulatif melalui praktik kolektif.
Seiring dengan kerja kuratorial dan editorialnya, Zikri berafiliasi dengan 69 Performance Club dan dikenal melalui komentar kebudayaannya yang disebarluaskan lewat kanal TikTok @ngomendotcom, tempat ia bereksperimen dengan bentuk-bentuk kritik vernakular dalam ruang publik digital. Pada tahun 2025, ia bertindak sebagai kurator Bangsal Menggawe: Ando Kayuq Aiq, sebuah program budaya berbasis komunitas yang diinisiasi oleh Pasirputih di Pemenang, Lombok Utara—yang dirancang sebagai forum berkelanjutan bagi pengetahuan terletak, kosmopolitanisme rural, serta praktik seni lintas-generasi di wilayah pinggiran Indonesia.