Dalam kisah yang ia tuturkan, ada drama. Diwakilkan dengan dimensi gerak yang menggambarkan realita kehidupan nyata. Ada tingkah polah manusia melalui peran-perannya. Ada dialog tentu saja, yang dipungutnya dari peristiwa-peristiwa sejak abad lalu, yang telah terancang secara kultural di kepala pembaca. Yang ia butuhkan hanya kualitas komunikasi, kualitas situasi, dan…
-
-
Persepsi Dimensi Bolak Balik
Melalui keterbatasan tersebut dalam proyek kali ini, keterbatasan itu justru memberikan kami kesempatan dalam membuat narasi yang baru dengan cara melakukan pembesaran. Dengan kamera dan lensa tele, saya bermain-main melalui sudut sorotan saya. Miniatur-miniatur yang sebenarnya letaknya cukup berjauhan saya ubah sudut sorotannya dengan kamera agar terlihat dekat dan interaktif.…
-
Gegar Balik Narasi
Sekalipun bentuk diorama ialah visual tiga dimensi yang bisa dilihat dari berbagai macam sudut, namun rupanya ragam pandangan spektator terhadap diorama tak sekaya yang dikira. Kehadiran kaca betul-betul membatasi pengalaman saya dalam membaca diorama, belum lagi dengan mata yang memang serba terbatas (mata yang minus, plus dan kawan-kawannya).
-
Kejelitaan yang Disunting
Dalam beberapa kali kunjungan ke Museum Nasional di Monas, Jakarta, saya menikmati bagian-bagian diorama yang ada di sana, sebagaimana sebagian besar pengunjung lainnya.
-
Jembatan Transparan
Saat saya kembali melihat diorama Monas, tak dapat disangkal bahwa kepala ini penuh dengan recall memory akan pengetahuan sejarah yang sudah dipelajari dari bangku sekolah maupun dari buku-buku lain.
-
Vending Machine dan Diorama: Pertarungan Produk Lama dan Produk Baru
Penelitian awalku di diorama adalah terkait dengan usaha melihat adanya potensi-potensi narasi di luar dari tema besar yang disajikan.
-
Mengalami Sejarah: Menubuh atau Berjarak?
Apa-apa yang disuguhkan di diorama kemudian dimaknai oleh konteks jaman sekarang: ada pelibatan “aku”, bersifat tidak berjarak (membicarakan kejadian masa lampau tdan menarik langsung relevansi dengan jaman sekarang –namun bentuknya bukan dengan sistem politik Indonesia kemudian seperti apa, atau kenapa harga-harga di pasar naik).