Ismal membangun dua buah gapura yang akan diletakkan di dua tempat. Satu di ujung dermaga Bangsal, dan satu lagi di depan vihara di atas bukit Dusun Tebango Bolot: sebagai dua titik yang menghubungkan garis lurus imajiner tentang sebuah ikatan kebersamaan masyarakat Pemenang.
Provinsi: Nusa Tenggara Barat
-
-
Pertemuan Jabo dan Zakaria
Zakaria, maestro Rudat, dan Syamsul Fajri Nurawat, pegiat teater NTB. Pertemuan mereka menghasilkan sebuah diskusi tentang tindakan berwacana yang membayangkan seni tradisional—yang selama ini tampaknya diperlakukan sebagai barang antik—bisa hadir di masyarakat secara baru.
-
Pertemuan Asta dengan Bangsal Cup
Asta, si aktor monolog, mendapatkan pengalaman berharga tentang proses berkarya secara kolaboratif yang selama ini dilakukannya bersama kelompok teater, dan kali ini bersama warga biasa seperti dirinya, dengan cara membebaskan estetika seni itu sendiri.
-
Pertemuan Nash dengan Bangsal
Di Bangsal, Nash bertemu dengan demografi profesi-profesi penghuni Bangsal. Pekerja jasa angkut pariwisata atau porter, kusir cidomo, pedagang Bangsal, dan orang-orang yang berseliweran di sekitar dermaga.
-
Sebelas Kisah dari Tenggara – “Prolog”
Tentu Pemenang bisa dirumuskan. Asal, pertimbangan pada apa yang kita sebut sebagai ‘berdiri sama tinggi dan duduk sama rata’ harus diutamakan. Sekali lagi, bukan pada ranah materi. Sebab, saya sendiri mempercayai bahwa gagasan-gagasan abstrak yang lebih sempurna dari realitas sendiri, manakala kita menimbang kualitas yang tersembunyi di balik sesuatu.
-
Melihat Lombok Lewat Bangsal Menggawe
Mengalami segelintir bagian dari Bangsal Menggawe bukan cuma memberi kesenangan bergaul dengan warga dalam konteks yang tidak transaksional, tapi juga menambahkan kosakata-kosakata baru saya mengenai Lombok. Inisiasi organik ini malahan menjadi media warga untuk menuturkan dan mendengarkan cerita soal aspek sosial dan kultural di Pemenang kini, sekaligus menjadi kanal untuk…
-
Kembali Ke Bangsal; Kembali Ke Kehidupan
Bangsal kini telah hidup dan bergerak. Pemangku-pemangku kebijakan telah dicubit untuk melek budaya. Warga menemukan kembali tempat permandiannya. Semoga saja dengan kepemilikan atas Bangsal Menggawe itu, Bangsal tidak akan sendirian lagi ditinggal oleh orang-orangnya. Kita layak menanti era ketika Segara Gunung (‘masyarakat laut dan gunung’) menjadi wajah masa depan Bangsal…
-
Membuat Rengka
Beberapa malam yang lalu, Sibawaihi berkunjung ke Gerbong Tua, sebuah komunitas pemuda di Dusun Karang Desa, yang bergerak di berbagai bidang sosial.
-
Kompetisi Bangsal Cup
Sejak tanggal 21 Februari, 2016, dilaksanakan pertandingan sepak bola pantai, Bangsal Cup 2016, yang digagas oleh Ahmad Saleh Tabibuddin a.k.a Asta untuk akumassa Chronicle.
-
Bujangan Urban Terus “Membombardir” Tembok-tembok di Bangsal
Tanggal 18 Februari, 2016, Bujangan Urban membuat karya grafiti di TK Pembina, Kecamatan Pemenang. Skala karya grafiti ini cukup besar.