Film dan Video  ◦  Kecamatan: Setu  ◦  Kota: Tangerang Selatan  ◦  Provinsi: Banten

Naga yang Berjalan di Atas Air

Otty Widasari (berkolaborasi dengan Komunitas Djuanda)
2012, 1 hour 48 mins 35 secs, 16:9, color


Sinopsis

Sebuah cerita kecil dari perbatasan kota Tangerang dan Kabupaten Bogor, di mana hiduplah Kang Sui Liong, sang penjaga kuil, bersama istri dan anak-anaknya. Zaman berganti. Kang Sui Liong menjadi saksi kejayaan kaum Cina Benteng yang hidup dari hilir di Tangerang ke hulu di Bogor, hingga proses asimilasi menghitamkan kulit mereka.Di kala hari telah senja, Kang Sui Liong duduk termangu di persimpangan jalan, bertanya pada dirinya sendiri, akan di bawa ke mana tradisi warisan leluhur ini kelak.


Tentang Film

Film Naga yang Berjalan di atas Air merupakan sebuah film feature dokumenter panjang yang kami produksi sebagai bagian dari proses perekaman kronik sejarah sosio-kultural yang ada di Kota Tangerang Selatan. Film ini bercerita tentang kisah seorang penjaga klenteng yang bernama Kang Sui Liong. Ia hidup selama puluhan tahun di daerah Babakan Pocis, Tangerang Selatan, bersama anak, istri, dan orang-orang sekitarnya. Setiap harinya, ia bertemu dengan berbagai macam kalangan, baik jemaah klenteng maupun orang-orang yang ingin bersilaturahmi.

Film ini berusaha untuk menyampaikan informasi dan sebagai sarana untuk menjembatani kesepahaman bersama akan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Perpaduan sistem religi dan budaya mendapatkan corak akulturatif dan kaya akan ornamentasi. Perpaduan inilah yang menghidupi klenteng dengan latar kultural berdasarkan perpaduan ketiga unsur, yakni Betawi, Sunda, dan Tionghoa yang lebur secara bersamaan dalam penggalan waktu.


Produksi

Produksi film ini berlangsung selama hampir 3 bulan (akhir November 2011- Februari 2012), melibatkan pegiat film dokumenter dari Forum Lenteng, Jakarta dan Komunitas Djuanda, Ciputat, Tangerang Selatan. Proses produksi film ini berlokasi di Klenteng atau Bio Kanti Sara, Babakan Pocis, Desa Bhakti Jaya, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Produksi film ini merupakan bagian program up-grading akumassa, sebagai bentuk peningkatan kapasitas komunitas jejaring akumassa yang diprakarasai oleh Forum Lenteng.

Program akumassa adalah bagian dari Forum Lenteng yang memfokuskan diri pada pemberdayaan komunitas-komunitas di berbagai daerah di Indonesia melalui pendekatan media literacy. Program ini telah berjalan selama 3 tahun lebih dan telah melakukan pendampingan kepada 10 komunitas (Jakarta; Ciputat, Tangerang Selatan; Lebak; Cirebon; Padangpanjang; Blora; Surabaya; dan Pemenang, Lombok Utara). Aktivitas akumassa dapat dilihat di www.akumassa.id.


Tim Kerja

Kolaborasi Penyutradaraan
Otty Widasari Berkolaborasi dengan Komunitas Djuanda

Asisten Sutradara
Ray S. Kusuma

Pengarah Kamera
Saiful Anwar

Asisten Pengarah Kamera
Choiril Chodri, Mufti Al umam

Ide Cerita & Periset
Renal Rinoza Kasturi

Penulis Cerita
Otty Widasari

Editor
Mufti Al Umam, Choiril Chodri

Manajer Lokasi
Dwi Anggraini Puspa Ningrum

Keuangan
Jayu Juli Astuti

Publikasi & Distribusi
Rizky Muhammad Zein, Eni Wibowo, Imam FR Kusumaningati, dan Farabi Ferdiansyah

Desain Grafis & Web
Andang Kelana dan Riosadja

Database & Dukungan
Tim Redaksi akumassa

Produser
Hafiz


Spesifikasi Teknis

2012 | Warna | PAL | 115 menit | Bahasa Indonesia


Didukung oleh

FORUM LENTENG
akumassa
KOMUNITAS DJUANDA
GALERITANGSEL.COM
THE FORD FOUNDATION


Artikel Terkait

Biografi Penulis

akumassa

Program Pendidikan dan Pemberdayaan Media Berbasis Komunitas, atau biasa disebut AKUMASSA, adalah sebuah program pemberdayaan media yang digagas oleh Forum Lenteng sejak tahun 2008, berkolaborasi dengan komunitas-komunitas lokal di beberapa daerah di Indonesia untuk melaksanakan lokakarya dan memproduksi beragam bentuk media komunikasi (tulisan, gambar/foto, audio, dan video).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses