Jurnal  ◦  Kecamatan: Jamblang  ◦  Kota/Kabupaten: Cirebon  ◦  Provinsi: Jawa Barat

Ngunjung Buyut

Tanggal 18 oktober 2009, jalan raya Palimanan – Cirebon macet total. Hari itu bertepatan dengan Pesta Rakyat atau Pesta Serang. Di kalangan warga Cirebon sendiri, pesta ini dikenal dengan istilah Ngunjung Buyut (kunjungan ke makam sesepuh atau nenek moyang).

_dsc0060

_dsc0046

_dsc0121

Peserta arak-arakan ini terdiri dari penduduk setempat. Arak-arakan mulai bergerak dari blok Serang Desa Jamblang, Cirebon. Kemudian mereka keliling kuburan sesepuh di sana dan dilanjutkan dengan keliling desa. Kemudian arak-arakan kembali lagi ke lokasi awal, yaitu Desa Jamblang.

_dsc0049

peserta-karnaval-di-serang-cirebon

Dalam Pesta Rakyat ini peserta harus membuat sosok Nyi Ratu Kidul dan nasi tumpeng yang dengan ukuran besar. Menurut mitos yang dipegang kuat penduduk di sana, konon hal ini dilakukan agar arwah sesepuh bisa ikut keliling menikmati arak-arakan tersebut.

_dsc0048

_dsc0021

_dsc0033

Pesta Serang ini diadakan juga oleh penduduk di Plered. Selain untuk menghormati arwah nenek moyang, pesta ini juga ditujukan untuk menyambut hujan.

Biografi Penulis

Iskandar Abeng

Pria yang menetap di Cirebon ini dilahirkan pada tanggal 8 Mei. Ia memiliki ketertarikan pada karya seni dan budaya.

4 Comments on “Ngunjung Buyut

  1. mistik, keris, petilasan, kuburan wali, sumur keramat, pohon keramat, batu keramat, kera keramat, gardu unik adalah “rock n roll” nya Kota Cirebon!!!

  2. setiap setahun sekali acara ini diselenggarakan, semoga tahun tahun berikutnya kecintaan kita terhadap tradisi tetap tak akan pudar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses