Siang hari di Depok yang panas aku menyeruput es teh manis pada sebuah warung makan di Terminal Depok. Berada di tempat ini rasanya aku seperti menyasarkan diri ke Kota Medan, karena orang-orang di sekelilingku berwajah keras, tertawa keras dan berbicara keras dalam bahasa Batak. Maklum saja, warung makan yang aku…
-
-
Iwadh
Hari Raya merupakan hari yang sangat ditunggu-tunggu umat beragama. Tak peduli itu dari agama mana pun. Seperti Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha untuk umat muslim, Hari Raya Natal untuk umat kristiani dan sebagainya. Tak terkecuali dengan aku yang sangat menantikan Hari Raya itu tiba. Aku tinggal…
-
Nonton Bareng
Topik yang paling sering dibicarakan saat ini adalah si kulit bundar yang menjadi rebutan dan obrolan ratusan juta orang di puluhan negara. Terhitung sejak 11 Juni 2010 lalu, World Cup alias Piala Dunia telah dimulai; tradisi nonton bareng (nobar) pun juga dimulai seiring Piala Dunia berlangsung. Rabu, 7 Juli 2010,…
-
Sunatan Massal
Di antara bingkai-bingkai kisah kota Jakarta dalam durasi 60 menit miniDV itu, ringis bocah kelas 1 sekolah dasar membenamkanku ke dalam ingatan alunan lagu, Bukan lantaran kerjaan brutal Ujungnya daging harus dipenggal Di bumi insan makin berjejal Hingga terjadi sunatan massal Sunatan Massal-Iwan Fals Rekaman itu sudah tersimpan satu setengah…
-
Hadhoro-Yuhdhiru-Hadhron-Hadhrotan
Dari namanya mungkin terdengar sangat asing. Namun hadroh sudah sangat populer di kalangan majelis taklim yang dipimpin oleh beberapa ulama, kiyai, dan habib yang kemudian menyebar di kalangan masyarakat. Hadroh dari segi bahasa diambil dari kata ‘hadhoro-yuhdhiru-hadhron-hadhrotan’ yang berarti kehadiran. Tapi dalam pengertian istilahnya adalah sebuah alat musik sejenis rebana…
-
Ngunjung Buyut
Tanggal 18 oktober 2009, jalan raya Palimanan – Cirebon macet total. Hari itu bertepatan dengan Pesta Rakyat atau Pesta Serang. Di kalangan warga Cirebon sendiri, pesta ini dikenal dengan istilah Ngunjung Buyut (kunjungan ke makam sesepuh atau nenek moyang). Peserta arak-arakan ini terdiri dari penduduk setempat. Arak-arakan mulai bergerak dari…
-
Pembacaan Babad Cirebon
27 Desember 2008, Arya Kemuning Jam menunjukkan kurang lebih pukul 9 malam. Sultan Emirudin telah beranjak ke huniannya yang berada di sisi kanan Witana. Begitu juga Subardi, walikota Cirebon itu bersama dengan rombongan telah meninggalkan keraton. Warga sekitar yang hadir serentak membubarkan diri. Sebelumnya, satu per satu warga yang hadir…
-
21 Desember 2008, Arya Kemuning
Hari telah sore, seperti biasa dalam beberapa hari terakhir ini di Kota Cirebon, awan mendung mulai menampakkan dirinya, ‘sebentar lagi hujan’, begitu ucapku dalam hati. Tapi aku berharap hujan kali ini akan sama dengan hujan-hujan sebelumnya, rintik-rintik yang mendinginkan cuaca dengan durasi yang tidak lebih dari tiga jam. Kemarin, di…