Barangkali, Pemilu 2014, bagi kita, tak lagi menjadi sebuah perayaan, tapi lebih kepada kebiasaan lima tahunan yang mesti dijalankan. Menyikapinya seolah-olah dipaksa menjadi mudah: jika lupa ikuti perkembangan, golput saja; jika sayang dengan surat suaranya, coblos semua nomor saja; jika memang ingin memilih, pilih yang paling sering dilihat saja.
01 – Rubrik
-
-
Memori yang Tertinggal
Adakah orang yang mau mendokumentasikan wajah Bangsal saat ini, untuk dipelajari di masa yang akan datang? Jika tidak, maka kami, Komunitas pasirputih akan melakukannya.
-
Lindungi Kemanusiaan dari Kekeliruan Sistem
semua itu bukan soal bagaimana kita harus menyalahkan siapa karena siapa, tetapi hanya karena kekeliruan sistem saja yang membentuk mental masyarakat Papua menjadi sulit untuk percaya kepada hal-hal yang baru.
-
Nelayan Bedulan
Perawakan mereka sangat khas, menggambarkan karakter keras masyarakat pesisir, yang tidak mau dirinya disebut sebagai orang Sunda ataupun Jawa, sebagaimana kedua kultur itu saling bersilangan di kota perbatasan Jawa barat dan Jawa Tengah ini. Mereka lebih bangga kalau disebut sebagai ‘Orang Cirebon’. Tak gentar berhadapan dengan tengkulak penguasa Pelabuhan Perikanan…
-
Raja Kaya di Tanah Tandus
Masyarakat di Randublatung memelihara ternak sapi di dalam rumah. Memperlakukan sapi layaknya bagian dari keluarga. Kandang sapi terletak di ruang tamu, kamar bahkan sejajar dengan ruang makan. Mungkin dengan menyandang gelar ‘Rojokoyo’, ada harapan besar dalam membayangkan masa depan yang lebih baik tanpa ketergantungan pada kekayaan bumi tempat mereka berpijak.
-
Kapur di Tanah Hitam
Bukit Tui cuma berjarak sekitar 30 meter dari perumahan di pinggir Tanah Hitam. Sangat rawan untuk jadi pemukiman. Selain gundul, tebing itu sangat curam, dengan kemiringan sekitar 80 derajat. Bukit Tui sangat penting bagi penduduk Tanah Hitam. Sudah sejak 1912 penggalian batu kapur dilakukan di kaki bukit dan menjadi mata…
-
Roadshow ARKIPEL Di Surabaya
Satu hal yang menarik dalam roadshow dua hari itu adalah antusiasme penontonnya. Entah siapa yang memulai, saat penayangan, satu filem ke filem lain dipisahkan oleh sekat waktu selama lima detik. Jeda waktu ini dimanfaatkan oleh penonton untuk menilai bagus tidaknya filem yang baru saja selesai dengan tepuk tangan. Saya mendapat…
-
Pertandingan Kali Ini
Di Lapangan Perintis kali ini ada pertandinga final bulu tangkis. Warga berbondong-bondong menyaksikan pertandingan itu. Ketegangan yang terpancar di mata mereka, bunyi suara para suporter, serta gerak serempak kepala dan lirikan mata penonton mengikuti ke mana shuttlecocks disasarkan oleh para atlit di tengah laga, membentuk irama yang menyiratkan estetika tertentu. Video…
-
Senen Tengah Hari
Pasar Senen adalah lokasi yang padat. Gedung bertingkat-tingkat dijadikan pusat perbelanjaan berbagai jenis barang. Ribuan manusia—pedagang dan pembeli—memenuhi Pasar Senen setiap harinya. Di kepadatan semacam itu, terdapat satu bilik kecil di dekat toilet yang sedikit dipaksakan fungsinya sebagai tempat ibadah bagi kaum muslim. Karena kondisi dan desain ruangan yang sudah…
-
Menuju Utara
Senen berbatasan dengan Kecamatan Johar, sedangkan keduanya berhadapan dengan Kecamatan Kemayoran dengan diperantarai sebuah kali besar. Di Keluarahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar, tak jauh dari Senen, aktivitas orang-orang menghabiskan waktu di sore hari di pinggir kali, yang mana itu ialah area teras rumah mereka, merupakan pemandangan yang wajar. Sederhana, tapi…