Gambaran lalu-lintas penduduk lokal dalam menyebrang di atas jembatan kereta. Ketegangan dan kecemasan muncul di mana ketika pejalan kaki harus berhadapan dengan kereta api yang lewat. Suatu pengalaman yang bahaya atau hanya kebiasaan massa yang terjadi di kota?
Kota/Kabupaten: Lebak
-
-
Lang-layangan
Tali kama lang-layangan ditarik. Angin kencang mulai terasa disertai gemuruh daun pohon bambu. Layang-layang seperti hafal arah angin meliuk-liuk terus meninggi. Jumatra menarik layang-layangnya sambil sesekali mengulur gulungan benang dari bekas kaleng cat besi.
-
Hidup di Tepian Sungai
Beberapa kali isu pemindahan masyarakat yang mendiami tepian sungai Ciujung tidak mempengaruhi keluargaku yang sudah sangat lama tinggal di tepian sungai Ciujung. Malahan sebaliknya isu itu ternyata mempersubur tepian sungai penuh manusia. Entah dari mana titik-titik pemukiman baru bermunculan tiada habisnya.
-
Bayangan di Rumah Rangkasbitung
Banjir parah, meluapkan Kali Mati setinggi satu jengkal di bawah permukaan dapur. Meluapnya sungai Ciujung sampai rumah Teh Isah, penjual pecel di pintu kereta. Atap rumahnya tidak terlihat. Kejadian itu terjadi ketika tahun 2002. Apa yang bisa aku lakukan, memotret banjir saat gelap, tidak bisa. Kenapa banjir harus dipotret?
-
Jangan Mau Kalah
Angin musim hujan kadang menguntungkan. Menebarkan udara dingin dan sejuk setiap hari. Tetapi tidak untuk orang pemalas. Ia akan disekap hawa dingin dan akan mudah terlelap tidur. Kemarin Kota Rangkasbitung seharian diguyur hujan. Bulan Januari hujan akan turun di tiap harinya di Lebak, menyegarkan pepohonan, dan meluapkan aliran sungai. Pagi…
-
Dongeng Rangkas
Film Dongeng Rangkas merupakan sebuah usaha kawan-kawan komunitas yang punya ketertarikan kepada persoalan-persoalan lokal dan merekamnya ke dalam media audio visual untuk didistribusikan kepada masyarakan sebagai bahan pembelajaran bersama. Sebagai usaha untuk merekam persoalan lokal, maka format dokumenter feature dianggap salah satu cara yang paling efektif dalam menghadirkan dan membangun…
-
Dongeng di Koran Pembungkus Tahu
Ditulis oleh Sundea dan telah terbit di http://www.salamatahari.com/ pada 15 September 2011. — Judul: Dongeng Rangkas (film dokumenter) Film Produksi Bersama: Forum Lenteng, Akumassa, dan Saidjah Forum Kolaborasi penyutradaraan: Andang Kelana, Badrul “Rob” Munir, Fuad Fauji, Hafiz, Syaiful Anwar Follow twitter: @DongengRangkas Di atas meja makan saya, bertumpuk benda entah apa yang dibungkus kertas koran. “Wow, apaan, nih?” tanya saya…
-
Pemutaran Film Indie Dongeng Rangkas, Potret Generasi Transisi Banten, Dari Tahu dan Kopi, Hingga Metal Satu Jari
Artikel ini telah terbit dalam notes facebook, Fesbuk Banten News pada Kamis, 9 Agustus 2011 pukul 04:33 WIB. FESBUK BANTEN News – Secara kultur, Rangkas punya ciri khas. Warganya cenderung berkarakter keras, lugas dan tegas (untuk tidak mengatakan kasar). Dari berbagai literatur yang ada, sesungguhnya peradaban Rangkas telah dibangun jauh sebelum Multatuli mencatatnya…
-
Malam Minggu di Balong
Di Rangkasbitung, sedikit sekali tempat bagi para anak muda untuk bersantai sore, atau untuk menghabiskan malam minggu bersama kekasih. Oleh karena itu, Balong, yang merupakan daerah pinggir sungai, menjadi alternatif ruang kumpul muda-mudi di kota ini. Bunyi genangan air yang beriak kecil diterpa angin sepoi menjadi daya tarik tersendiri bagi…
-
Teh Nyai dan Terminal Kue
“Kue… Kue… Kamarana ieu perjaka-perjaka? Yeh gera kadieu ngaborong kue!” (Kue… kue…! Kemana nih pemuda-pemuda? Ayo ke sini ngeborong kue!). Begitulah bunyi kalimat yang selalu diucapkan Teh Nyai ketika ia lewat di depan Saidjah Forum. Teh Nyai adalah seorang penjual kue keliling apabila lewat di depan markas Saidjah Forum. Intonasi…