Menelusuri rel, melewati jembatan dua, meneduh di pintu kereta api, sejuk sebentar dinaungi bayangan pohon beringin yang umurnya sudah ratusan tahun. Kulanjutkan perjalanan melewati rumah-rumah mungil di sepanjang rel kereta menuju stasiun kereta. Bentuknya seperti rumah jaman nano (merujuk pada rumah mesin kecil-kecil pada peradaban tertinggi di dalam game Age…
Provinsi: Banten
-
-
Kopi Hanya Sebuah Nama Kampung di Lebak #2
Peristiwa itu aku lihat dalam perjalanan mencari seorang kawan, Syuhada, di Serang. Aku menyempatkan diri mampir ke Merak sambil menunggu kabar darinya. Butuh dua jam perjalanan dari Lebak ke Pelabuhan Merak menggunakan kereta api. Di atas kapal ferry menuju Lampung, dua anak laki-laki yang masih umur belasan tahun memegang erat…
-
Angin Pantai
Deru ombak bersahut-sahutan di bibir pantai Banten Selatan. Buihnya beradu cepat menyentuh kaki. Pohon tropis yang jarang tak malu-malu melambai, ajak orang-orang mendekati pantai. Lambai bukan sembarang lambai, pesannya sampai ke mana-mana. Orang-orang berdatangan mengejar deru dan buih ombak di Pantai Sawarna. Termasuk aku dan teman-teman dari Jakarta yang konon…
-
Dongeng Iron
Pbrolan di markas Saidjah saat itu sangat riuh karena, selain aku dan Iron, ada Rob, Aboy, Robi, dan Kuni. Iron menjawab lesu sambil menghisap rokoknya dalam-dalam, saat kutanya soal harga kacang kedelai. “Belum normal, Ad!” jawabnya. Menurutnya, dia sudah berhenti berlangganan pada Si Engkoh, pemilik toko kacang kedelai langganan setianya…
-
Jembatan Dua
Gambaran lalu-lintas penduduk lokal dalam menyebrang di atas jembatan kereta. Ketegangan dan kecemasan muncul di mana ketika pejalan kaki harus berhadapan dengan kereta api yang lewat. Suatu pengalaman yang bahaya atau hanya kebiasaan massa yang terjadi di kota?
-
Lang-layangan
Tali kama lang-layangan ditarik. Angin kencang mulai terasa disertai gemuruh daun pohon bambu. Layang-layang seperti hafal arah angin meliuk-liuk terus meninggi. Jumatra menarik layang-layangnya sambil sesekali mengulur gulungan benang dari bekas kaleng cat besi.
-
Pak Rohman Bukan Pak Rohman
Aku lapar. Perut kosong. Seakan terasa beralun kencang musik keroncong di dalamnya. Badan sudah terlalu lemas, tidak kuat lagi untuk berpikir serius. Mungkin benar guyonan Fajar, teman sekosanku dulu, bahwa logika tanpa logistik tak akan bisa jalan. Sarapan? Sebagai pembangkit energi untuk melakukan aktifitas pagi pasti sangat berguna. Namun nampaknya…
-
Naga yang Berjalan di Atas Air
Sebuah cerita kecil dari perbatasan kota Tangerang dan Kabupaten Bogor, di mana hiduplah Kang Sui Liong, sang penjaga kuil, bersama istri dan anak-anaknya. Zaman berganti. Kang Sui Liong menjadi saksi kejayaan kaum Cina Benteng yang hidup dari hilir di Tangerang ke hulu di Bogor, hingga proses asimilasi menghitamkan kulit mereka.Di…
-
Di Balik Syuting Film Naga Yang Berjalan Di Atas Air
Naga Yang Berjalan Di Atas Air itulah judul film feature dokumenter yang kami produksi ini. Judul tersebut tercetus tatkala makan siang sehabis syuting di Restoran Padang di pinggir jalan Siliwangi Raya, Desa Bhakti Jaya, Kecamatan Setu Kota, Tangerang Selatan yang tak jauh tempatnya dari lokasi kami syuting. Penamaan judul Naga…
-
Hidup di Tepian Sungai
Beberapa kali isu pemindahan masyarakat yang mendiami tepian sungai Ciujung tidak mempengaruhi keluargaku yang sudah sangat lama tinggal di tepian sungai Ciujung. Malahan sebaliknya isu itu ternyata mempersubur tepian sungai penuh manusia. Entah dari mana titik-titik pemukiman baru bermunculan tiada habisnya.